LOVE SCAMMING DI BATAM
Kasus Love Scamming di Batam, Polisi Buru Perantara Warga Negara China
Polisi memburu warga Batam berinisial AM yang diduga menjadi perantara warga negara China dalam jaringan love scamming.
Ade menjelaskan sampai saat ini diduga masih banyak pelaku yang ada di Batam serta terlibat dalam aksi love scamming yang belum tertangkap.
"Jadi harapan kita bagi masyarakat, jika ada informasi atau melibat ada WNA yang mencurigakan agar disampaikan kepada pihak kepolisian, baik melalui Polsek, Babhinkamtibnas dan polisi RW," kata AKBP Ade Kuncoro.
Dalam program Mata Lokal Corner (MLC) Tribun Batam, AKBP Ade Kuncoro sebelumnya memaparkan kronologis pengungkapan kasus Love Scamming yang melibatkan puluhan warga negara (WN) China beberapa waktu lalu.
"Pengungkapan kasus ini didasari surat dari Kedutaan Besar China di Jakarta kepada Kapolri terkait sindikat pelaku kejahatan Love Scamming yang berbasis di Batam. Setelahnya, Kapolri memerintahkan untuk menerjunkan Interpol bersama delapan personel polisi Ministri of Public Security (MPS) dari China untuk berkoordinasi dengan Polda Kepri terkait pengungkapan kasus Love Scamming," jelas Ade.
Baca juga: Kasus Love Scamming di Batam LAGI, Warga Kaget Banyak Perempuan yang Ditangkap
Kegiatan join operation tersebut pun dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2023 lalu. Ade mengatakan, sebelum menggrebek tempat kejadian perkara (TKP) di Cammo Industrial Park, tim gabungan kepolisian tersebut terlebih dulu mengecek dua TKP awal di kawasan Batu Ampar dan Sungai Panas.
Dari dua TKP awal tersebut, pihaknya menemukan bukti-bukti petunjuk berupa ribuan handphone, komputer, dan nota-nota billing. Setelah dikembangkan, polisi menelusuri adanya keberadaan TKP selanjutnya, yakni di Cammo Industrial Park, Batam Center.
Penggrebekan pun dilakukan di salah satu gedung Cammo Industrial Park tersebut, di mana ditemukan 88 WN China, yang terdiri dari 83 pria dan lima wanita.
Polisi juga menemukan perangkat yang digunakan untuk menjalankan aksi Love Scamming berupa 32 komputer PC, lebih dari 300 unit handphone dan beberapa dokumen pendukung.
Baca juga: Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Love Scamming di Batam, Terkuak Modus Asli Para Pelaku
"Di luar 88 WN China tersebut, ada juga dua warga negara Indonesia (WNI) yang kami temukan, pertama ada sekuriti, dan kedua, seorang perempuan yang bertindak sebagai interpreter. Keduanya saat ini masih berstatus saksi," ujar Ade.
Terhadap 88 WN China tersebut pun dilakukan pemeriksaan yang kemudian mengerucut pada satu nama berinisial AH.
AH adalah WN China yang diduga adalah pimpinan (leader) sekaligus fasilitator yang berada di Batam.
Ia bertempat tinggal di kawasan Sukajadi, Batam Center, Batam.
Dua hari sesudah penangkapan, polisi mengamankan dua lagi WN China yang diketahui sempat mampir ke rumah sosok berinisial AH.
Terbaru, pada tanggal 5 September, polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan WN China lainnya di Pulau Kasu dan Pulau Bontong.
Di Pulau Kasu, telah diamankan 10 WN China, dan di Pulau Bontong ada 32 WN China yang sempat melarikam diri ke hutan.
Setelah dilakukan negosiasi, para WN China yang lari ke hutan itu akhirnya mau menyerahkan diri. Saat ini puluhan WN China tersebut sudah diamankan di Polresta Barelang.
"Proses selanjutnya, terhadap 32 orang ini kami akan serahkan ke negara China bekerja sama dengan Interpol dan Imigrasi, untuk diproses di sana," ujar Ade.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Hening Sekar Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Warga-China-jaringan-love-scamming-di-Batam.jpg)