Sabtu, 9 Mei 2026

LOVE SCAMMING DI BATAM

Kasus Love Scamming di Batam, Polisi Buru Perantara Warga Negara China

Polisi memburu warga Batam berinisial AM yang diduga menjadi perantara warga negara China dalam jaringan love scamming.

Tayang:
TribunBatam.id/Argianto DA Nugroho
Sejumlah warga negara asing (WNA) asal China di Polresta Barelang Batam, Rabu (6/9/2023). Sebanyak 42 warga negara China ditangkap karena terlibat jaringan love scamming. Mereka ditangkap saat bersebmbunyi di Pulau Kasu dan Bontong, Kecamatan Belakangpadang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polisi masih memburu warga Batam yang diduga menjadi perantara warga negara China dalam kasus love scamming jaringan Internasional.

Warga Batam berinisial AM ini diketahui kabur ke negeri jiran Malaysia.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri masih mengembangkan kasus ini.

Meski sedikitnya 132 warga negara China telah ditangkap dalam kasus love scamming di Batam ini.

Dari 132 orang tersebut, sebanyak 88 orang ditangkap di gedung di salah satu kawasan industri di Batam Center, Selasa (29/8) malam.

Baca juga: Kasus Love Scamming di Batam, Vicky Valentino Sebut Pentingnya Kerjasama Lintas Instansi

Terhadap 88 WN China tersebut pun dilakukan pemeriksaan yang kemudian mengerucut pada satu nama berinisial AH.

AH adalah WN China yang diduga adalah pimpinan (leader) sekaligus fasilitator yang berada di Batam.

Ia bertempat tinggal di kawasan Sukajadi, Batam Center, Batam.

Kemudian, dua hari usai penangkapan, polisi mengamankan dua lagi WN China yang diketahui sempat mampir ke rumah sosok berinisial AH.

Pada 5 September 2023, polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan WN China lainnya di Pulau Kasu dan Pulau Bontong.

Baca juga: Kasus Love Scamming di Batam, Surya Makmur Ungkap Risiko Daerah Perbatasan

Di Pulau Kasu, telah diamankan 10 WN China, dan di Pulau Bontong ada 32 WN China yang sempat melarikan diri ke hutan.

"Saya rasa semua orang juga sudah tau siapa orangnya. Karena susah beredar di media," kata Wadireskrimsus, AKBP Ade Kuncoro, Kamis (7/9/2023).

Saat ini, orang yang diduga kuat sebagai perantara terkair love scamming di Batam sudah dikantongi.

Mereka juga masih menyelidiki sejauh mana keterlibatannya dalam kasus tersebut.

"Ini kita sedang dalami. Tetapi untuk kasus Love Scimming ini sampai saat ini dari hasil pengembangan belum kita temukan ada warga Indonesia yang jadi korban. Korbannya semua ada di negara China," kata Ade.

Baca juga: Kasus Love Scamming di Batam, 42 Warga China Kabur ke Pulau Setelah Penggerebekan

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved