KISRUH REMPANG
VIDEO Kepala BP Batam Terbaru Soal Rempang
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengaku santai dalam menghadapi berbagai persoalan, salah satunya terkait Rempang.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi memberikan pernyataan terbarunya terkait rencana pembangunan kawasan Rempang Eco City.
Rudi mengaku tidak terganggu dengan sejumlah isu yang banyak beredar terkait polemik di Pulau Rempang, Kecamatan Galang itu.
Ia mengaku tetap santai dalam menghadapi berbagai persoalan di Kota Batam.
Pria yang menjabat sebagai Walikota Batam itu bahkan berseloroh jika ia kini menjadi terkenal karena dibicarakan seluruh Indonesia.
“Tadi dengan dua lagu saja sudah happy, lagi dibicarakan seluruh Indonesia, berarti kan dingin, panasnya enggak ada. Panasnya apabila saya menanggapi dengan serius. Kalau saya kan suatu masalah yang betul-betul disajikan clear dengan suasana dingin. Saya kira happy-happy saja, nyatanya tambah satu kilo, bukan turun, tambah satu kilo,” ucap Rudi sambil tertawa saat mendatangi Tribun Batam, Jumat (15/9/2023).
Baca juga: Hunian Sementara untuk Warga Rempang Batam Sudah Siap Huni
Rudi juga menceritakan pengalamannya berada di tengah-tengah massa dalam aksi demonstrasi belum lama ini.
Ia menganalogikan kedatangan massa kemarin sebagai keluarga yang hendak mengadukan suatu hal kepada dirinya sebagai pemimpin.
Bagaimanapun dia adalah kepala BP Batam sekaligus walikota Batam dalam hal ini ia memposisikan diri sebagai orang tua.
“Happy-happy saja, apa yang diminta kalau bisa dikasih kalau tak bisa bilang tak bisa, artinya kita menghadapinya dengan suasana aman-aman saja,” katanya.
Suami Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina itu pun membantah bahwa seluruh Rempang akan digusur untuk proyek pembangunan kawasan industri oleh PT MEG, yang merupakan proyek strategis nasional (PSN).
Rudi mengatakan bahwa lahan yang diperjanjikan antara BP Batam dan PT MEG adalah 17,5 Hektare.
Tetapi yang akan dikembangkan dalam waktu dekat ini hanya 2 ribu Hektare.
Baca juga: Mahasiswa Bawa Empat Tuntutan soal Rempang ke DPRD Batam
Di lahan tersebut terdapat tiga perkampungan yang akan mendapatkan ganti rugi dan fasilitas baru.
“Isu yang berkembang hari ini seluruh Rempang akan digusur semua. Itu berita yang tidak benar. Kesempatan ini saya sampaikan supaya nanti kita bantu share supaya tidak terjadi gejolak-gejolak karena informasinya keliru,” bebernya.
Rudi juga menjelaskan bahwa proyek tersebut sudah disepakati oleh pemerintah pusat dan daerah, dan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo saat penandatanganan perjanjian di China.