TANJUNGPINANG TERKINI
Gubernur Kepri Serukan Gerakan Selamatkan Pangan, Ansar Minta Beli Hasil Lokal
Gubernur Kepri menyerukan gerakan selamatkan pangan. Ia meminta warga Kepulauan Riau membeli hasil petani lokal.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Hari Jadi ke-21 Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) rupanya menjadi momentum bagi Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk mencanangkan gerakan selamatkan pangan.
Gerakan selamatkan pangan yang disampaikan Gubernur Kepri ini merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Ansar menyebut, berdasarkan hasil survei, Indonesia masuk negara tertinggi yang tidak berhemat.
Atas dasar itu, Provinsi Kepri menurutnya perdana melakukan gerakan selamatkan pangan ini.
Ia juga menyampaikan, telah menyurati Pemerintah daerah (Pemda) di 7 Kabupaten/Kota untuk menggunakan produk petani khsusunya suguhan makanan dan minuman dalam setiap acara.
“Kami minta jangan ada lagi misal seperti buah jeruk, anggur itu dibeli dari luar negara Indonesia. Kita manfaatkan hasil petani kita,” ucapnya.
Baca juga: Rahma Borong Hasil Kebun Termasuk Petai di Gerai Pangan Hang Lekir Tanjungpinang
Alasan itu juga disampaikan Ansar Ahmad bahwa setiap Tahun Indonesia tercatat kurang lebih tidak berhemat 150 triliun Rupiah.
“Itu dilihat dari konsumsi masyarakat misal membeli nasi bungkus. Padahal kemampuan makannya hanya setengah bungkus. Karena belinya satu bungkus, setengah nasi bungkus terbuang begitu saja,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aries Fariandi menjelaskan, gerakan selamatkan pangan, merupkan gerakan bersama dalam menurunkan kerawanan pangan dan gizi melalui berbagai upaya.
Antara lain mencegah terjadinya food waste dan mendonasikan pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, pangan yang sudah tidak layak lagi dikonsumsi manusia dimanfaatkan untuk pakan hewan ternak, kompos dan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri pangan berpotensi food wasted.
Baca juga: PENJELASAN BMKG Batam Soal Dampak El Nino Pada Pasokan Pangan di Kepri
“Atau dikenal sebagai adalah pangan yang masih dalam kondisi baik dan aman, namun berpotensi terbuang atau dimusnahkan jika tidak dimanfaatkan, tetapi pangan ini tidak termasuk left over food (pangan sisa) di hotel, restoran, catering, retail, industri pangan, toko makanan dan/atau pusat perbelanjaan,” ujarnya.
Berdasarkan Instruksi Gubernur Kepri Nomor : 521/417/DKPPKH tentang Gerakan Selamatkan Pangan Provinsi Kepri melalui Stop Boros Pangan memiliki 7 langkah, di antaranya:
Pertama, Ambil makanan secukupnya dengan gizi seimbang dan habiskan.
Kedua, Bawa pulang makanan (take away) jika tersisa, Bijak berbelanja pangan (Meal Planning).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Gerakan-selamatkan-pangan-di-Kepri.jpg)