Selasa, 28 April 2026

Pesawat Tempur Singapura Masuki Wilayah Indonesia

Pesawat tempur Singapura memasuki wilayah Indonesia. Mereka tampak dikawal pesawat TNI AU di Provinsi Riau. Apa yang sebenarnya terjadi?

TribunBatam.id via https://www.mindef.gov.sg/
SINGAPURA - Armada tempur Singapura memasuki wilayah Indonesia tepatnya di Provinsi Riau, Selasa (14/11/2023). Foto armada tempur Singapura saat menggelar latihan bersama dengan Malaysia pada awal November 2023. 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Pesawat tempur Singapura memasuki langit Indonesia tepatnya di Provinsi Riau.

Tak lama, armada tempur angkatan udara TNI mendampinginya.

Armada tempur Singapura itu tidak sedang melanggar batas kedaulatan antar dua Negara.

Namun mereka sedang menggelar latihan 4th Joint Fighter Weapon Course (JFWC).

Latihan antara TNI Angkatan Udara dengan Republic of Singapore Air Force (RSAF) atau Angkatan Udara Republik Singapura telah memasuki fase puncak, Mission Oriented Training (MOT).

Fase ini ditandai dengan kedatangan enam Pesawat tempur F-16 yang terdiri dari lima Pesawat F-16 AM/BM dari Skadron Udara 3, dan 1 Pesawat F-16 D dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi serta 1 Pesawat CN 295 dari Skadron Udara 2.

Baca juga: Ketua MA Singapura Kunjungi Indonesia, Beri Kuliah Umum Depan 100 Ketua Pengadilan

Dengan bertambahnya kekuatan yang dilibatkan, diharapkan dapat meningkatkan kompleksitas dan kemampuan Interoperability platform dalam mencapai tujuan misi operasi udara. Terutama penggabungan taktik tempur antara TNI AU dengan RSAF.

Fase MOT 4th JFWC akan berlangsung selama satu pekan ke depan. Dimulai dari tanggal 13 sampai dengan 16 November 2023 di Joint Training Area Pekanbaru, melibatkan lebih dari 15 Pesawat multi platform dalam waktu yang bersamaan.

Jenis Latihan MOT merupakan implementasi dan pengembangan dari seluruh kemampuan dasar pertempuran udara yang telah dilatihkan pada fase sebelumnya dalam JFWC.

Dalam menghadapi fase MOT, para candidate JFWC akan berperan sebagai seorang Mission Commander (MC) untuk mengeksekusi perintah operasi udara gabungan yang diberikan oleh komando atas.

“Minggu ini progres JFWC memasuki minggu ke-6, dalam minggu ini JFWC menghadapi fase MOT, di fase ini para candidate JFWC akan berperan sebagai seorang MC untuk mengeksekusi perintah operasi udara gabungan yang diberikan oleh komando atas," terang Kadisops Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Pnb Bambang “Bramble” Apriyanto selaku direktur latihan.

Baca juga: Warga Singapura Kena Penjara Gegara Konten di Kantor Polisi, Motifnya Terungkap

Melansir laman resmi Pemprov Riau, dalam menerima perintah tersebut para candidate dituntut dapat merancang taktik operasi udara berdasarkan tugas. Sasaran dan ancaman yang ada dengan efektif dan efisien.

LATIHAN Tentara Singapura di Kepri

Tidak hanya di Riau, sejumlah tentara Singapura berikut unsur tempurnya sebelumnya menggelar latihan bersama di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sejumlah prajurit TNI termasuk dari Singapura rencananya akan atraksi manuver lapangan di perairan Bintan, Provinsi Kepri.

Manuver lapangan yang berlokasi di perairan timur laut Pulau Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (25/8/2023) itu merupakan rangkaian latihan militer se-Asia Tenggara yang berlokasi di Singapura.

Tidak hanya Singapura, latihan militer bersama yang digelar sejak Senin (14/8/2023) itu diikuti TNI AL bersama 20 negara sahabat untuk mendorong peningkatan kerja di kawasan ASEAN.

Latihan berlangsung hingga 26 Agustus 2023.

Adapun delegasi TNI AL berjumlah 21 personel.

Baca juga: Penemuan Mayat di Singapura Dalam Flat, Polisi Tangkap Penghuni Lain

Serta dipimpin oleh Komandan Gugur Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama M Taufik.

Ia didampingi Dansatgas Latma Seacat 2023 Letkol Laut (P) Priyanto Widodo yang juga menjabat Komandan KRI Kerambit-627.

Latihan militer bersama ini meliputi sejumlah agenda lainnya.

Salah satunya seminar maritime domain awareness (MDA).

Latihan bersama ini melibatkan pusat matirim singapura yang berbasis di International Fusion Centre.

Changi Naval Base akan mengatur kooridnasi krisis selama simulasi.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama Tjatur Soniarto CHRMP., M.Tr.Opsla yang diwakili Asops Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Agus Darmawan, S.E., M.Tr.Hanla menyambut kedatangan Kapal Perang Singapura RSS Vigour-92, di Pelabuhan Batu Ampar, Senin (21/8/2023).

Kunjungan ini menjelang Latihan Militer bersama Indonesia-Singapura, Exercise Eagle Indopura 2023, (XEI-23) yaitu antara TNI Angkatan Laut dengan Republic of Singapore Navy (RSN).

Danlantamal IV mengatakan, Exercise Eagle Indopura 2023 merupakan latihan ke -27 yang digelar setiap dua tahun sekali dengan tuan rumah penyelenggara bergantian antara Indonesia dan Singapura.

Latihan tersebut dalam rangka meningkatkan kerja sama militer (Millitary to Miliitary) kedua negara.

"Sekaligus merupakan salah satu bentuk kerja sama pertahanan laut yang dilaksanakan oleh TNI AL dan Republic of Singapore Navy (RSN) sejak tahun 1974," terangnya seperti melansir laman resmi TNI AL.

Selanjutnya Danlantamal IV menambahkan, bahwa Latihan Angkatan Laut kedua negara tersebut melibatkan dua kapal perang Indonesia, yakni KRI SIM-367, KRI HLS-630.

Serta turut melibatkan dua Pesawat Udara TNI AL yakni pesawat jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA CN-235) dan Heli Anti Kapal Selam (AKS) Panther.

Sementara dari pihak Singapura melibatkan dua kapal perang RSS Interpid-69 dan RSS Vigour-92 serta satu pesawat udara jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA 121 SQ).

Kegiatan latihan terhitung mulai hari Selasa (22/8) diawali Upacara Pembukaan Latihan dilanjutkan dengan serial Latihan yang terbagi dalam dua tahap.

Yakni tahap Darat (Harbour Phase) selama 3 hari sampai dengan hari Kamis, serta tahap manuver laut (Sea Phase) sampai dengan Minggu (27/8).
(TribunBatam.id/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved