ANAMBAS TERKINI
Nasib Warga Anambas, Cabai Merah Kosong Andalkan Batam dan Tanjungpinang
Kepala DKUMPP-Naker Anambas mengakui sejumlah bahan pokok seperti cabai masih bergantung ke Batam dan Tanjungpinang.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Ketesediaan cabai merah di Pasar Inpres Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri kosong.
Selain harganya yang tembus Rp 120 ribu per kilogram jika ada, cuaca ekstrem di Anambas yang berpengaruh pada kondisi transportasi laut dan udara turut menjadi kekhawatiran para pedagang.
Kini hampir merata di meja lapak sejumlah pedagang tak lagi terlihat penyedap rasa makanan itu dijajakan.
Kondisi ini diketahui hampir terjadi setiap tahunnya.
Kosongnya cabai merah di Anambas mendapat respons dari Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUMPP Naker) Anambas, Masykur.
Ia mengakui, ketersediaan sejumlah bahan pokok (bapok) termasuk cabai selama ini memang masih bergantung dari daerah luar yakni Batam dan Tanjungpinang.
Jika pasokan di dua daerah tersebut kosong atau harganya melonjak, maka hal serupa juga otomatis berlaku di Anambas.
"Nah sebetulnya apapun persoalan komoditas yang terjadi di Anambas itu terkait dengan Tanjungpinang dan Batam. Kalau di dua daerah itu mahal, di Anambas bisa lebih mahal lagi dan kalau kosong di kita juga sudah pasti kosong," ucapnya, Senin (18/12/2023).
Ia tak memungkiri, kosongnya dan kenaikan harga bahan pokok di Anambas sudah lumrah saat akhir hingga awal tahun.
Terutama wilayah Anambas dengan letak geografis kepulauan sangat bergantung pada akses transportasi laut guna memasok logistik.
"Begini, dari pengamatan kami, kondisi saat ini masih aman. Banyak transportasi laut masih berlayar yang bisa diakses pedagang untuk menyuplai barang masuk, begitu pun dengan harga. Ya kalau memang naik ya tentu ada penentuan harga jual. Lagi pula permintaan pembeli akan tetap tinggi dengan komoditas yang satu ini," jelasnya.
Baca juga: Harga Cabai di Anambas Jadi Rp 120 Ribu per Kg Dampak Cuaca Ekstrem Akhir Tahun
Ia juga menyebutkan, untuk langkah strategis memenuhi persoalan tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP) sudah selayaknya mengintensifkan swasembada cabai bersama kelompok pertanian.
Menurutnya, langkah itu serupa dengan gagasan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang meminta pemerintah daerah dan masyarakat tanam cabai dengan polybag di pekarangan rumah atau lahan luas.
"Kan kita ada tuh penyuluh-penyuluh pertanian, bisa kerja sama dengan kelompok tani lokal siapkan langkah-langkahnya tanam cabai di lahan yang luas atau mulai sosialisasikan ke warga tanam cabai di pekarangan rumah, dengan begitu bisa kita tekan harga dan memastikan kecukupan kebutuhan warga," terangnya.
Di sisi lain, langkah subsidi untuk mendatangkan cabai dari Tanjungpinang dan Batam, sebut Masykur belum dapat dipertimbangkan, karena tidak tersedianya anggaran daerah.
Jadwal Penerbangan Wings Air Rute Anambas-Batam Diwacanakan Pangkas Bulan Depan |
![]() |
---|
Warga Anambas Lega, Damkar Berhasil Buka Pintu Kamarnya yang Terkunci |
![]() |
---|
Mesjid Besar Baiturrahim Tarempa, Wisata Religi Ratusan Tahun yang Pernah Dikunjungi Mohammad Hatta |
![]() |
---|
Turnamen Olahraga Pelajar SMP se Anambas Akan Digelar, Wabup Raja Bayu Harap Lahir Bibit Atlet |
![]() |
---|
Wisata Pantai Tanjung Momong Anambas, Pesona Alam Asri dengan Lautan Bening yang Jarang Tersentuh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.