MATA LOKAL CORNER
Prijanto Rabbani Unggulkan Cak Imin Dalam Debat Wapres Nanti, Karena Banyak Pengalaman
Debat ini sangat membantu untuk menentukan pilihannya. Pihaknya sangat menggunggulkan Muhaimin Iskandar. Dari track reccord bagus dari kuliah, aktif d
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Pemenangan Daerah (TPD) Provinsi Kepuluan Riau (Kepri) Anies-Muhaimin, Prijanto Rabbani mengatakan terkait debat Cawapres ini sangat menarik.
Lantaran masyarakat Indonesia sangat menanti debat Cawepres ini. Hal ini diungkapkan saat MLC Tribun Batam di Studio 1 Tribun Batam.
Debat ini sangat membantu untuk menentukan pilihannya. Pihaknya sangat menggunggulkan Muhaimin Iskandar. Dari track reccord bagus dari kuliah, aktif di LSM yang menyoroti hal-hal di Indonesia. Dari sisi politik, cukup besar suaranya.
"Track Reccord akan jadi penilaian masyarakat. Di MPR RI pernah wakil ketua. Pernah juga jadi menteri. Beliau akan siap menghadapi debat Cawapres besok," katanya, Kamis (21/12/2023).
Baca juga: Mata Lokal Corner Bahas Debat Cawapres, Cak Imin vs Gibran vs Mahfud MD
Prijanto menuturkan masyarakat menantikan Gibran. Lantaran kalau ada yang menggelar debat, Gibran tak pernah ikut.
Esensi dari debat ada pihak yang melakukan penyerangan.
Ia berharap ada juga yang seperti itu nantinya, sehingga masyarakat mengetahui kemampuan dari masing-masing Cawapres.
"Kapabilitas, menguasai masalah, memberikan solusi dan memberikan gagasan," katanya.
Ia menuturkan Tim Survey ini harus dihargai. Lantaran sebagai motivasi untuk meningkatkan.
Sementara itu, terkait isu anak muda, sangat strategis untuk dikelola secara baik. Dan menjadi perhatian Cawapres.
"Track Reccord dan jam terbang mempengaruhi penguasaan audiens. Sehingga masyarakat tak memilih kucing dalam karung," katanya.
Baca juga: TKN Prabowo Gibran Sebut Kalau Gibran Sudah Sangat Siap Untuk Debat Cawapres
Prijanto mengatakan makan siang gratis membutuhkan anggaran yang besar hingga Rp 400 Triliun. Sarana pendidikan masih membutuhkan anggaran.
"Ketimpangan harus diselesaikan. Rp 400 Triliun itu bisa dipakai untuk program yang dibutuhkan. Angka itu besar loh. Tentu harus memberikan edukasi, realistiskah itu," katanya.
Anak muda tak boleh pesimis untuk kemajuan bangsa, melainkan harus memiliki pandangan positif dan optimis. Bangsa Indonesia ini besar, tak bisa melihat kacamata Jakarta saja. Lantaran setiap daerah masalahnya berbeda-beda.
"Sumatera sama Jawa itu berbeda. Jadi jangan kacamata Jakarta saja. Contoh masalah pendidikan jangan disamakan. Sama juga dengan tenaga kerja. Kalau tak dikelola secara bagus akan jadi permasalahan besar. Disamping hilirisasi ada juga reindustrialisasi. Yang menyedot sebanyak mungkin tenaga kerja," paparnya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
Baca Berita Tribun Batam lainya di Google News
Jurus Pamungkas di Debat Pilkada Batam 2024 Dibahas di Mata Lokal Corner |
![]() |
---|
Efek Debat Pilkada Kepri 2024, Polemik Rempang Eco City Jadi Isu Krusial |
![]() |
---|
Setelah Debat Pilkada Kepri 2024, Masihkan Dua Paslon Baper? |
![]() |
---|
Akademisi UIB Suyono Saputro Sebut Pembangunan Kepri sudah On The Track |
![]() |
---|
Wan El Kenz Sebut Rudi Bakal Benahi Fasilitas Kesehatan hingga Pendidikan di Kepri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.