Jumat, 8 Mei 2026

PENERIMAAN CPNS 2024

Penerimaan CPNS dan PPPK Batam 2024, Sekdako Jefridin Minta OPD Hitung Kebutuhan ASN

Penerimaan CPNS dan PPPK Batam 2024 jadi atensi Sekdako, Jefridin. Ia memerintahkan OPD untuk menghitung kebutuhan ASN setelah mendapat surat MenpanRB

Tayang:
TribunBatam.id/Dok Pemko Batam
PENERIMAAN CPNS DAN PPPK BATAM 2024 - Sekdako Batam, Jefridin saat memimpin rapat koordinasi penataan tenaga non-ASN tahun 2024 di Kantor Walikota Batam, Senin (8/1/2024). Ia meminta OPD untuk menghitung kebutuhan ASN tahun ini. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penerimaan CPNS dan PPPK di Batam 2024 dapat lampu hijau setelah Menpan RB mengumumkan penerimaan ASN di Jakarta, Jumat (5/1/2024).

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam Jefridin memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghitung kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2024 yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal tersebut menindaklanjuti surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor B/3540/M.SM.01.00/2023 tertanggal 21 Desember 2023 terkait pengusulan kebutuhan ASN dengan memprioritaskan penataan pegawai non-ASN.

“Berdasarkan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, instansi pemerintah diwajibkan menyelesaikan penataan pegawai non-ASN paling lambat Desember 2024. Kemenpan meminta kita menyampaikan data kebutuhan ASN 2024, jadi saya minta data itu sudah dikirim 25 Januari 2024,” ujar Jefridin saat memimpin rapat koordinasi penataan tenaga non-ASN tahun 2024 di Kantor Walikota Batam, Senin (8/1/2024).

Dalam menyusun data, OPD diminta menyesuaikan dengan kebutuhan peta jabatan dan analisis jabatan (Anjab). Jefridin juga mengingatkan tiga OPD besar yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar betul-betul menghitung kebutuhan ASN.

“Dinas Pendidikan hitung berapa guru yang dibutuhkan jika membangun unit sekolah baru. Dinas Kesehatan hitung kebutuhan puskesmas, bidan, dan dokter. DLH hitung berapa tenaga kebersihan yang dibutuhkan karena OPD dilarang merekrut non-ASN,” katanya.

Ia juga meminta Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BappeLitbang) beserta dua OPD baru yaitu Badan Riset dan Inovasi (Brida).

Serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghitung kebutuhan ASN sesuai peta jabatan.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Batam Asnah bakal menjadwalkan pembahasan lebih lanjut soal kebutuhan ASN per OPD dengan melibatkan BPKAD, BappeLitbang, Inspektorat, dan Bagian Organisasi Setdako.

Saat ini, tenaga non-ASN di lingkungan Pemko Batam berjumlah 3.923 orang.

“Pastikan usulan formasi 2024 sesuai peta jabatan. Data non-ASN yang diusulkan formasinya juga harus sesuai dengan usulan PPPK 2024,” pungkas Asnah.

Penerimaan CPNS dan PPPK 2024

Pemerintah sebelumnya mengumumkan penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2024 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/1/2024).

Total penerimaan ASN tahun 2024, termasuk penerimaan CPNS dan PPPK 2024 di dalamnya mencapai 2,3 juta formasi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas memberi penjelasan tambahan bahwa tahun ini pemerintah juga memberi alokasi cukup besar bagi fresh graduate untuk mengikuti seleksi.

Baik untuk dosen, guru, tenaga kesehatan, tenaga teknis termasuk di dalamnya talenta digital, dan banyak sektor penting lainnya.

“Talenta-talenta inilah yang menjadi fondasi utama dan pilar terpenting dalam mewujudkan SDM unggul untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” ungkap Azwar Anas.

Anas menjelaskan, terkait talenta dosen, guru, dan tenaga kesehatan, pemerintah menekankan bahwa penataan yang dilakukan bukan hanya soal jumlah, tapi juga persebaran.

Pemerintah menurutnya akan berusaha mewujudkan pemerataan ke seluruh penjuru tanah air.

Formasi Instansi daerah lebih besar daripada di instansi pusat karena komposisi ASN memang lebih banyak di daerah.

Baca juga: Penerimaan CPNS dan PPPK 2024 Instansi Daerah dan Pusat Total 2,3 Juta Formasi

Tahun ini, formasi CPNS yang dapat dilamar oleh fresh graduate sebesar 690.822 formasi.

Alokasi untuk fresh graduate adalah komitmen negara guna memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda terbaik untuk mendarmabaktikan pikiran dan tenaganya kepada bangsa.

Menteri Anas menyampaikan, pemerintah juga memiliki komitmen dan kebijakan konkrit dalam menuntaskan tenaga non-ASN termasuk eks Tenaga Honorer Kategori II.

Ini sebagaimana diamanatkan UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN.

“Salah satunya dengan kebijakan konkrit penetapan formasi untuk PPPK yang mencapai 1,6 juta pada tahun ini, yang tentunya ini memberi ruang bagi tenaga non-ASN untuk menjadi PPPK,” jelas Anas.

Visi besar Indonesia-Sentris yang telah pemerintah jalankan bukan hanya soal pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga pembangunan SDM agar daerah-daerah terutama di luar Jawa juga mendapatkan talenta unggul di bidang pendidikan dan kesehatan.

“ASN saat ini dan masa depan harus bisa mendorong peningkatan kinerja, akuntabilitas pemerintah, dan pemerataan kualitas pelayanan publik di seluruh tanah air termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” jelas Anas melansir laman resmi KemenpanRB.

Baca juga: Tidak Ada Penerimaan CPNS Tahun 2023 di Pemko Tanjungpinang

Pemerintah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh ASN dan tenaga non-ASN.

Termasuk eks tenaga honorer yang semuanya terus berkolaborasi dan bekerja keras dalam melayani publik, mendidik anak-anak bangsa, dan menyehatkan warga masyarakat dengan penuh pengabdian.

Seleksi CASN, lanjut Anas, juga fokus untuk menciptakan SDM yang adaptif terhadap teknologi demi kemajuan Indonesia.

“Sehingga tahun ini juga disiapkan rekrutmen talenta digital untuk memastikan transformasi pelayanan publik berbasis digital yang sedang dikerjakan pemerintah bisa berjalan dengan baik, dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” jelas mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tersebut.

Anas menambahkan, pemerintah juga menyiapkan rekrutmen ASN untuk Ibu Kota Negara Nusantara.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN Nusantara akan menjadi pendorong lahirnya kota dunia baru dengan paradigma kerja baru sebagai smart city yang agile, melayani sepenuh hati, dan adaptif terhadap tantangan zaman,” tuturnya.

Baca juga: Penerimaan CPNS 2023, Cek 4 Formasi Prioritas dan Syarat Daftarnya

Anas memastikan sistem rekrutmen ASN juga terus diperbaiki untuk memastikan birokrasi diisi oleh talenta yang unggul.

Rekrutmen ASN dilakukan dengan menggunakan computer assisted test (CAT) secara nasional dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Seleksi kompetensi yang dilaksanakan berbasis online, termasuk penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition) sehingga semua potensi kecurangan bisa ditekan. Nilai seleksi juga secara real time bisa langsung diakses publik, termasuk live score-nya yang juga disiarkan melalui YouTube.

“Sehingga tidak ada lagi titip-titipan, tidak ada intervensi siapa pun, serta tidak ada pengaruh orang dalam. Kelulusan ditentukan oleh kemampuan dari pelamar sendiri. Ini memastikan pemberian kesempatan yang sama bagi semua anak bangsa untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegas Menteri Anas.

Sementara Presiden Jokowi mengatakan, ASN kini disiapkan untuk menghadapi disrupsi teknologi yang semakin pesat.

Pemerintah membutuhkan para pembelajar muda yang terampil dari berbagai disiplin ilmu. Penguatan SDM yang terampil ini juga untuk mendukung pelayanan publik berbasis digital, penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Baca juga: Pilkades Bintan, 18 Peserta Jalani Seleksi Tambahan Mirip Penerimaan CPNS

"Termasuk mengakselerasi ekonomi lokal dan nasional,” ungkap Presiden Jokowi.

Berikut rincian formasi instansi pada penerimaan ASN 2024

Formasi Instansi Daerah

TOTAL: 1.867.333

  • CPNS: 483.575 Formasi
  • PPPK: 1.383.758 Formasi
  • Formasi PPPK di instansi daerah dialokasikan untuk guru sebanyak 419.146
  • Nakes 417.196 formasi
  • Tenaga Teknis 547.416 formasi
  • Alokasi untuk sekolah kedinasan: 6.027 formasi.

Instansi Pusat

Formasi Kebutuhan: 429.183

  • CPNS: 207.247
  • PPPK: 221.936
  • Formasi tersebut merupakan gabungan untuk guru, dosen, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.(TribunBatam.id/Aminuddin/*)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved