Selasa, 14 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Menteri Agama Yaqut Kunjungi Pagoda Sata Sahasra Buddha, Ini Harapannya

Prasasti Pagoda Sata-Sahasra Buddha Yayasan Maitri Paramita Km 14, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Minggu (14/01/2024) Ditandatangani Menteri Agam

|
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Yaqut Cholil Qoumas berkeliling Pagoda Sata-Sahasra Buddha Yayasan Maitri Paramita Km 14, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri setelah penandatanganan prasasti, Minggu (14/01/2024). 

Sementara itu, Sekda Provinsi Kepri, Adi Prihantara menuturkan, bahwa Pagoda Sata-Sahasra Buddha sudah diresmikan
pada tanggal 8 Juli 2023 lalu, dan saat ini Menag RI melakukan penandatangan prasastinya.

"Jadi pak metri sebelumnya sudah berjanji untuk menandatangi dan hari ini dilakukan penandatangannya. Setelah itu langsung pulang ke jakarta melalui batam,” jelasnya.

Menurutnya, dengan sudah diresmikan dan dilakukan penandatanganan prasasti,  merupakan bagian daripada dukungan untuk pariwisata di Provinsi Kepri.

"Pagoda Sata-Sahasra Buddha bagian  daripada untuk mendukung pariwisata di Provinsi Kepri, khususnya di kota Tanjungpinang," harapnya.

Sementara itu, dari berita Tribunbatam.id sebelumnya Ketua Pembina Yayasan Maitri Paramita, Hengky bercerita bahwa asal muasal dibangunnya Pagoda Sata Sahasra Buddha, yang mana dulu luas lahan yang ada hanya sekitar 2 hektare pada tahun 2001.

Dulunya Hengky memiliki suhu yang lima tahun silam meninggal dunia di usia 100 tahun, ia yang pertama kali mencetuskan hadirnya pagoda tersebut.

“Suhu ini mengajak saya untuk bangun pagoda, saya akhirnya ikut beliau kurang lebih 50 tahun, pagoda ini ada mulanya karena pembangunan wihara di kota terkendala administrasi, makanya muncullah pembangunan pagoda, urusan tentang Buddha tidak sedikit, kita mulai dari tahun 73," ungkapnya.

Selama pembangunan pagoda, Hengky tak bisa berkata - kata, rasa senang dan terharu ia curahkan demi pagoda ini bisa berguna bagi orang lain terutama umat Buddha. Terlebih lagi semua patung yang ada di pagoda didatangkan langsung dari luar negeri. 

“Selama ini tidak ada kendala, karena memang niat kita ibadah pengiriman patung pun dipermudah sampai ke sini, karena kita kan wihara tidak susah untuk mengurus pengiriman,” sebutnya.

Bahkan, yang menjadi perbedaan Pagoda Sata Sahasra Buddha dengan pagoda lainnya adalah dari segi cetakan puluh ribuan patung yang belum ada di dunia.

"Ini kita pabrikan dan dicetak di china, proses pembuatannta juga dengan cara dibakar, kemudian setiap patung tidak sama, sehingga ada seni tersendiri,” jelasnya.

Henky menambahkan, pagoda yang terletak disebelah Vihara Avalokitesvara Graha ini akan dibuka untuk umum.

"Pagoda ini nanti bisa digunakan untuk masyarakat umum, baik untuk berwisata maupun sembahyang,” tutupnya.(als)

 

Baca berita lainya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved