TANJUNGPINANG TERKINI

Nelayan Tanjungpinang Bersyukur Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Melaut Tak Galau Lagi

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan perikanan dan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada nelayan Tanjungpinang. Nurjani salah satunya.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Nelayan Tanjungpinang, Kepri bernama Nurjani (54) bersyukur setelah menerima BPJS Ketenagakerjaan di halaman Kantor Lurah Tanjung Unggat, Tanjungpinang, Senin (22/01/2024). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Nurjani, seorang nelayan Kepri merasa senang setelah mendapat BPJS Ketenagakerjaan di kantor Lurah Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang.

Pria 54 tahun itu sehari-hari biasa mencari kepiting.

Selain ia tampak banyak nelayan yang hadir di sana.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan langsung bantuan perikanan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Sambil bercanda, warga yang tinggal di belakang Mall TCC Tanjungpinang atau biasa disebut Kampung Haji berharap mendapat bantuan mesin tempel.

“Kalau bisa dapat bantuan mesin tempel juga. Kalau mesin ketinting ini perawatan lumayan besar, masih kuno mesinnya,” sebutnya sambil tertawa, Senin (22/1/2024).

Nurjani juga merasakan, kepedulian Pemprov Kepri dalam jaminan mencari nafkah sebagai nelayan.

“Itu program BPJS Ketenagakerjaan, kami merasa juga ada jaminan saat melaut mencari nafkah,” sebutnya.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menyerahkan bantuan perikanan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan di Tanjungpinang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Lurah Tanjung Unggat, Tanjungpinang, Senin (22/01/2024).

Adapun nilai bantuan yang diberikan Rp. 1.222.877.450.

Anggaran ini bersumber dari dana alokatif dan Dana Insentif Daerah (DID) Gubernur serta pokir dewan.

Baca juga: Terkait Dugaan Kasus Korupsi Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Kejari Tunggu Perhitungan BPK

Untuk jumlah sebanyak 2.721 bantuan yang terdiri dari satu unit kapal fiber 1 GT dan 5 GT, Bubu Ketam 800 buah, Kawat Bubu 34 Kg 20 gulung, dan jaring udang sebanyak 330 pcs.

Selanjutnya dari DID diantaranya, Jaring udang 215 pcs, Bubu ketam 800 buah, dan Kawat bubu 25 gulung.

Dari nilai Rp 1,2 miliar juga termasuk bantuan pemberian iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 523 nelayan dengan nilai Rp 105 juta-an.

Lalu, klaim santunan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 6 orang dengan biaya Rp Rp 168 jutaan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Ansar mengatakan, nantinya akan ada DID yang kembali diprioritaskan untuk nelayan dan akan diserahkan pada November tahun ini.

"Sekarang kebijakannya sudah berubah. Bantuan itu bisa diberikan dari Kabupaten Kota. Nantinya akan kita kolaborasikan bantuan itu seperti saat ini," kata Ansar Ahmad.

Baca juga: Begini Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Informalsecara Online

Maka Ansar Ahmad juga mendorong Kabupaten/Kota mengukir prestasi terbaiknya.

Seperti penurunan angka stunting, infalnsi, pertumbuhan ekonomi dan lainnya, agar dana insentif itu lebih besar.

“Untuk Tanjungpinang saja pada tahun 2023 dapat Rp 17 miliar lebih. Kan lumayan itu. Dana itu digunakan untuk pemberdayaan masyarakat,” sebutnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan yang diberikan melalui DKP Provinsi dan Kabupaten Kota, nelayan dapat lebih sejahtera dan bantuan ini tepat sasaran.

“Manfaatkan bantuan ini dengan maksimal. Dengan doa dan usaha kita pemerintah menjamin kesejahteraan para nelayan,” harapnya.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved