MATA LOKAL CORNER

Protes Civitas Akademika Disebut Sebagai Barisan Orang Sakit Hati

Menanggapi protes demokrasi dari civitas akademika harusnya dari awal. Kenapa tidak bergerak dari awal, dan baru diujung ketika proses sudah berjalan.

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id
Wakil Sekretaris TKD Prabowo Gibran Kepri, Agus Purwanto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Wakil Sekretaris TKD Prabowo Gibran Kepri, Agus Purwanto mengatakan dalam debat terakhir tidak akan ada saling serang menyerang. Ketiga paslon visi misinya hampir sama, hanya bahasanya yang berbeda.

"Hasil survey penilaian kompas, tiga-tiganya punya kapasitas yang diakui oleh masyarakat Indonesia. Presiden yang terpilih tetap Pak Prabowo. Hari ini adalah menjaga rekonsiliasi. Beliau ingin melanjutkan. Setelah selesai pencoblosan ayok bareng-bareng. 01 dan 01 pernah minta maaf, saya rasa tidak ada," ujar Agus dalam MLC Tribun Batam, Kamis (8/2/2024).

Menurutnya dalam debat ada penyerangan itu hal yang biasa. Dan tidak ada permasalahan.

"01 sudah menyatakan tiket sold out setelah 10 menit. Itu adalah penggerakkan massa," katanya.

Sementara itu, menanggapi protes demokrasi dari civitas akademika harusnya dari awal. Kenapa tidak bergerak dari awal, dan baru diujung ketika proses sudah berjalan. 

Baca juga: Dalam Debat Terakhir Prabowo Tampil Dengan Baik, TKD Batam Yakin Satu Putaran

Baca juga: Sikap Protes Civitas Akademika Belakangan Ini Akan Jadi Catatan Sejarah di Indonesia

Mereka adalah orang-orang yang merasa kecewa, Joko Widodo bergabung dengan Prabowo Subianto.

"DKPP menyoroti KPU telat mengirim surat RDP. Putusan MK ada perubahan masalah Cawapres, ada parpol-parpol yang mengirim surat kepada KPU. Nah kenapa KPU memprioritaskan surat kepada Parpol daripada DPR," katanya.

Agus menilai orang-orang civitas akademika adalah partisan. Perkumpulan orang-orang barisan sakit hati.

"Strategi politik itu apapun akan dimainkan semua paslon. Kalau kecewa sama Pak Jokwowi kenapa tidak 9 tahun diawal," katanya.

Ia menambahkan perihal sembako, itu berhubungan persoalan El Nino. Sehingga bangsa mengimpor beras.

"Bantuan sosial Maret dan April merugikan petani," katanya (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
 

 

Baca brita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved