TRIBUN BATAM PODCAST

Mengulik Politik Uang dalam Pemilu di Batam

Caleg DPRD Batam Udin P Sihaloho bercerita soal politik uang dalam Pemilu di Batam. Simak petikan wawancara eksklusif Tribun Batam Podcast di sini

Editor: Dewi Haryati

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Salah satu musuh utama dalam setiap penyelenggaraan pesta demokrasi, baik nasional maupun lokal di Indonesia adalah praktik politik uang.

Istilah politik uang dimaksudkan sebagai praktik pembelian suara pemilih oleh peserta pemilu maupun oleh tim sukses, baik yang resmi maupun tidak, biasanya sebelum pemungutan suara dilakukan.

Dengan politik uang, pemilih kehilangan otonominya untuk memilih kandidat pejabat publik melalui pertimbangan rasional, seperti rekam jejak, kinerja, program maupun janji kampanye karena memilih kandidat hanya karena pemberian uang belaka.

Membahas lebih lanjut terkait politik uang, Tribun Batam mengundang Caleg DPRD Kota Batam Dapil Bengkong - Batu Ampar dari PDI Perjuangan Udin P Siholoho, dan Komisioner Bawaslu Kota Batam Zainal Abidin dalam Tribun Batam Podcast bersama host Tribun Batam Thomm Limahekin, Senin 19 Februari 2024.

Berikut petikan wawancara eksklusifnya. Keterangan Tribun Batam: TB, Udin P Sihaloho: U, dan Zainal Abidin: Z.

Baca juga: Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho Pamit, Beri Pesan Menyentuh Untuk Pendukungnya

TB : Kita menginginkan pemilu yang adil dan jauh dari politik uang, tetapi satu hari bahkan beberapa jam setelah pencoblosan, kejujuran masyarakat itu mulai terkuak. Itu terjadi setelah pencoblosan, nah saya tergelitik saat mengetahui Bang Udin sempat curhat di media sosial tentang politik uang. Mungkin boleh Bang Udin ceritakan terlebih dahulu?

U : Yang namanya politik uang ini kan kita bilang tak ada tapi ada, kemudian juga momentum memberikannya itu juga terselubung dan tidak terang-terangan.

Tapi saya apresiasi dengan Bawaslu yang masih menjalankan tugasnya. Yang saya tahu, ada juga caleg yang ketahuan dan diproses ya.

Saya sendiri sebagai seorang kontestan di pemilu kali ini, memang melihat itu nyata, dan saya ketawa sendiri karena saya di banner maupun di baliho itu saya selalu menyuarakan untuk tolak politik uang.

Mungkin ada juga teman-teman sesama caleg yang mengatakan saya benar tidak pakai seperti itu.

Jujur saja memang saya selama tiga periode itu tidak pernah, tapi mungkin kalau untuk kos politik saya punya. Artinya saya bikin program, seperti program zumba ibu-ibu sudah berjalan 6 tahun lebih, nah kemudian saya ada memberikan jajanan pasar bubur kacang hijau, kue-kue itu setiap Jumat dan Minggu yang dijalankan di Kecamatan Bengkong.


TB : Lantas sampai abang curhat di media sosial itu rasanya tidak dini abang mengungkapkan itu. Apa yang melatarbelakanginya?

U : Jadi kalau saya dari awal di masa tenang sudah sampaikan kepada kontestan atau pendukung saya, andai saya tidak terpilih hanya karena tidak membagikan uang pada serangan fajar.

Mungkin teman-teman media juga mengatakan kok terlalu dini bang, ini kan belum selesai. Saya ini Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bengkong, jadi data semua itu akurat.

Baca juga: Udin P Sihaloho Apresiasi Durasi Drop Off Parkir di Batam Kembali Jadi 15 Menit

Makanya saya berani katakan tidak duduk itu ya mungkin daerah Batu Ampar plus minus saja saya pikir suaranya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved