Senin, 27 April 2026

LINGGA TERKINI

Mimpi Warga Pulau Mepar di Lingga Nikmati Listrik 24 Jam, Begini Kabar Terbarunya

Kades Mepar di Lingga, Faif Sundoyo ungkap, besar harapan warganya bisa merasakan listrik 24 jam. Saat ini listrik baru nyala 14 jam dari sore ke pagi

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Dok. Dispar Lingga/Drone
Potret Pulau Mepar di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri diambil dari udara 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Warga Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunggu terwujudnya listrik 24 jam di wilayah mereka.

Apalagi beberapa waktu lalu, PLN ULP Dabo Singkep telah melakukan peninjauan titik lokasi terkait rencana pemasangan tiang listrik di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik.

Survei itu seakan menjadi angin segar bagi warga Mepar yang ingin aliran listrik di Pulau Sejarah Kerajaan Riau-Lingga itu hadir 24 jam sehari.

Diketahui, sebanyak 180 Kepala Keluarga (KK) terdiri 550 penduduk di sana sudah merasakan listrik, namun hanya 14 jam.

Baca juga: Wisatawan Asal Belanda Diajari Main Gasing di Pulau Mepar Lingga

Warga bisa merasakan listrik mulai pukul 5 sore hingga 7 pagi.

Letak Pulau ini tepat berseberangan di depan Tanjung Buton, Ibukota Daik, Kabupaten Lingga.

Kepala Desa (Kades) Mepar, Faif Sundoyo mengungkapkan, besar harapan warganya bisa merasakan listrik 24 jam.

Menurutnya, dengan jarak yang dekat dengan ibu kota, sangat memungkinkan hal tersebut bisa direalisasikan.

"Banyak hal yang bisa dibuat jika listrik sudah 24 jam, pelayanan akan lebih maksimal," ungkapnya kepada TRIBUNBATAM.id, Selasa (20/2/2024).

Salah orang pengunjung berwisata di Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kamis (17/6/2021).
Salah orang pengunjung berwisata di Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kamis (17/6/2021). (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Selain itu, masyarakat juga bisa lebih maksimal dalam mengembangkan usahanya.

"Karena zaman sekarang semua mengunakan listrik," ujarnya.

Pria yang kerap disapa Handoyo ini mengaku, belum mengetahui pasti kapan rencana pemasangan listrik akan direalisasikan.

"Kemarin sudah survei (PLN Dabo-red), katanya pakai tower, tapi kami belum menerima informasi lebih lanjut," imbuhnya.

ULP PLN Dabo Singkep Survei Lokasi Pemasangan Tiang di Tanjung Buton ke Mepar

Dalam upaya mewujudkan listrik 24 jam di Desa Mepar, PLN ULP Dabo Singkep telah melakukan peninjauan langsung titik lokasi rencana pemasangan tiang listrik di Pelabuhan Tanjung Buton beberapa waktu lalu.

Survei itu juga didampingi pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga.

Kepala PLN ULP Dabo Singkep, Marwan Sholeh menjelaskan, pihaknya melakukan survei lapangan untuk kelengkapan kajian risiko, kelayakan operasional, dan kelayakan financial terkait pemasangan tiang PLN di Pulau Mepar.

"Setelah selesai tahap ini, mudah-mudahan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Di tahap ini memang belum bisa kita kasih gambaran proses kapan akan dimulai," ungkap Marwan beberapa waktu lalu.

Namun, Marwan optimis dengan sinergi yang baik antara PLN dan masyarakat setempat, semua tahapan dapat diselesaikan dengan efisien.

Baca juga: Warga Pulau Mepar Lingga Menanti Listrik PLN Menyala 24 Jam

"Kami berharap tahapan ini dapat berjalan lancar, dan dengan dukungan serta kerjasama semua pihak, Desa Mepar bisa segera menikmati layanan listrik 24 jam," ucapnya.

Terkait pasokan listrik, Marwan menerangkan sentral nantinya akan disuplai dari PLN ULP Daik Lingga (PLTD Musai), dengan memastikan jumlah mesin yang memadai.

Awalnya, pihaknya merencanakan menggunakan tiang portal.

Namun, hasil survei tim lapangan akan menentukan konstruksi yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan Desa Mepar.

"Tetap hasil survei dari tim yang akan menemukan kontruksi yang sesuai dengan kondisi di lokasi dan mereka akan menganalisa sesuai kebutuhan," tuturnya.

Pulau Mepar Lokasi Sejarah di Kerajaan Riau-Lingga

Alasan kuat harapan terealisasi listrik di Pulau Mepar, salah satunya karena historisnya.

Pulau itu menjadi tujuan wisata sejarah dan budaya yang kerap didatangi pengunjung.

Dahulunya Pulau Mepar termasuk salah satu benteng pertahanan pada masa Kerajaan Riau-Lingga.

Dengan lokasi yang dijadikan benteng pertahanan, Pulau Mepar sendiri sangat mirip dengan Pulau Penyengat di Tanjungpinang.

Ada empat benteng yang terkenal dan berada di bukit Pulau Mepar, yakni Benteng Lekok, Benteng Hilir, Benteng Tanjung Segi Tiga dan Benteng Tengah.

Pegiat Sejarah di Lingga, Lazuardy mengatakan di Pulau Mepar terdapat delapan meriam yang masih tersisa hingga saat ini.

Di antara delapannya, Meriam Sumbing merupakan meriam yang paling unik dan paling dikenal di antara semuanya.

Baca juga: Pulau Mepar Simpan Peninggalan Kerajaan Riau Lingga Hingga Dapat Pengakuan Nasional

Meriam Sumbing sendiri diletakkan di depan Masjid Pulau Mepar.

Bentuknya seperti meriam pada umumnya, namun terdapat bagian rusak atau menyerupai sumbing di ujungnya.

"Di Pulau Mepar juga banyak terdapat makam tokoh-tokoh besar di sana," ujar Lazuardy.

Pengunjung bisa dipuaskan dengan pemandangan alam yang indah berupa laut dan Gunung Daik, ketika berada di bukit atau Benteng Lekok Pulau Mepar.

Di sana, pengunjung bisa melihat langsung dengan jelas ibu kota Daik.

Terbaru, Pulau Mepar kini sudah dibangun masjid megah bercat kuning.

Nuansa Melayu terlihat dari Masjid ini yang menjadi ikon baru wisata Pulau Mepar. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved