MATA LOKAL CORNER
Bawaslu Kepri Beberkan Beberapa Kendala yang Kerap Terjadi Dalam Rekapitulasi
Beberapa kendala yang sering ditemui dalam rekapitulasi suara ini. Ia mencontohkan sewaktu rekapitulasi kecamatan pencahayaannya kurang.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra mengatakan proses pemilu saat ini masih dalam proses rekapitulasi suara. Bawaslu Kepri masih fokus melakukan pengawasan di berbagai PPK.
"Sebelum kesini saya singgah di rekapitulasi Kecamatan Sagulung, kemarin di Gunung Kijang memastikan jajaran kami dalam keadaan sehat dan ada dilokasi. Khusus di Kepri tak ada kecapekan kurang tidur," kata Zulhadril dalam MLC Tribun Batam, Kamis (22/2/2024).
Diakuinya ada beberapa kendala yang sering ditemui dalam rekapitulasi suara ini. Ia mencontohkan sewaktu rekapitulasi kecamatan pencahayaannya kurang. Pihaknya meminta Ketua PPS agar menambah pencahataan lampu.
Sehingga tak ada human eror yang terjadi dalam rekapitulasi tersebut. Lantaran pernah rekapitulasi sampai jam 12 malam.
"Dari 4 panel, teman-teman saksi tak ada yang memegang C1 hasil. Jangan berharap dari kami. Saksi harus bawa bahan yang mau dikroscek. Banyak yang hadir disana tak bawa bahan. Dugaan-dugaan itu tidak ada," katanya.
Zulhadril melanjutkan potensi Human Eror itu kemungkinan saja sering terjadi. Ditambah lagi teknologi kurang support, seperti signal yang lelet faktor geografis. Hal-hal ini harus diawasi agar tidak ada saling tuding.
Baca juga: Peta Politik Kepri Usai Pemilu Berubah, Para Pemain Politik Mulai Memikirkan Pilkada
Baca juga: Dugaan Money Politik Seret Caleg DPR RI Dapil Kepri, Bawaslu: Masuk Pembahasan
Ia melanjutkan PSL dan PSU rentan memang disalahgunakan. Tapi paritisipasi PSU beberapa waktu yang lalu sama.
"Titik rawannya regulasi. PSU PKPUnya, orang yang memilih, kpps memberikan surat pemberitahuan kepada orang yang memilih 14 Februari. Saya sempat adu argumentasi, harusnya sesuai dengan 14 Februari," katanya.
DPK itu harus sesuai dengan 14 Februari. Ia meminta KPPS di Bimtek ulang. Banyak KPPS yang tidak mengetahui.
"Hp harus diletakkan didepan. Tidak boleh bawa handpone ke bilik suara. Itu banyak yang diindahkan," katanya.
Terkait PSL pihaknya saat ini masih membahas siapa yang diundang. Kemungkinan DPT di TPS tersebut akan diundang.
Dalam PKPU perigal PSU yang diundang adalah DPT, DPTB dan DPK. Nah dalam PSL tak diatur secara detail. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU.
Saat ini, kata dia, pihaknya belum memikirkan tahapan Pilkada, melainkan masig fokus dalam proses rekapitulasi. Karena ini bagian catatan sangat krusial. Kalau soal Pilkada, masih menunggu Bawaslu RI seperti apa dan juknisnya belum turun.
"Ini penting. Pemilih udah selesai. Penyelenggara ini penting. Data itu penting," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
Baca berita lainnya di Google News
Jurus Pamungkas di Debat Pilkada Batam 2024 Dibahas di Mata Lokal Corner |
![]() |
---|
Efek Debat Pilkada Kepri 2024, Polemik Rempang Eco City Jadi Isu Krusial |
![]() |
---|
Setelah Debat Pilkada Kepri 2024, Masihkan Dua Paslon Baper? |
![]() |
---|
Akademisi UIB Suyono Saputro Sebut Pembangunan Kepri sudah On The Track |
![]() |
---|
Wan El Kenz Sebut Rudi Bakal Benahi Fasilitas Kesehatan hingga Pendidikan di Kepri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.