RAMADAN

Kiat Tetap Istiqomah Setelah Ramadan dari Wakil Ketua MUI Batam Ustaz Firdaus LC

Ustaz Firdaus LC, Wakil Ketua MUI Batam membagikan kiat tetap istiqomah setelah Ramadan berlalu dalam program Hype Tribun Batam

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Ustaz Firdaus LC, Wakil Ketua MUI Batam dalam program Hype Ramadan bersama MUI Batam membahas cara membentuk pribadi yang istiqomah setelah Ramadan, Senin (8/4/2024) 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Tribunners, program Hype Tribun Batam kembali lagi hadir dua hari jelang Lebaran, edisi Senin (8/4/2024).

Hype Ramadan kali ini berbincang dengan Ustaz Firdaus LC selaku Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam.

Ustaz Firdaus bersama Host Tribun Batam membahas tentang cara membentuk pribadi yang istiqomah setelah Ramadan. Berikut penjelasannya.

Terkait masalah bulan Ramadan, itu adalah sarana untuk menjadikan kita pribadi yang istiqomah. Nah kenapa demikian?

Baca juga: Hukum Mengeluarkan Air Mani saat Puasa di Bulan Ramadan, Berikut Penjelasan dan Niat Mandi Wajibnya

Ya karena semua amal yang disyariatkan oleh Allah SWT di bulan Ramadan itu tujuan dan hikmahnya adalah agar kita meraih taqwa di sisi Allah SWT.

Sedangkan taqwa itu dapat kita raih dengan kita istiqomah. Ya, menjalankan segala apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan meninggalkan segala larangan yang tidak dikehendaki Allah SWT.

Salah satu di antara contohnya, adalah dengan kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan yang merupakan amalan yang paling utama.

Allah SWT berfirman, wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkannya orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.

Jadi mesti di bulan Ramadan ini kita meraih taqwa dengan cara kita istiqomah setelah keluar dari bulan Ramadan.

Ya, memang harus ada kiat-kiat agar kita bisa mendapatkan istiqomah setelah Ramadan.

Sebab banyak orang yang mereka sulit untuk istiqomah pasca Ramadan. Di saat Ramadan datang, Masya Allah luar biasa amalannya, tetapi setelah keluar dari bulan Ramadan mereka balik lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Maka yang pertama, yaitu selalu ingat tentang ganjaran dan keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang istiqomah di atas taqwa, setelah dia meraihnya di bulan Ramadan.

Baca juga: Hype Ramadan, Kriteria Haram Li Dzatihi dan Haram Likasbihi

Memang ini adalah perkara yang sulit dan berat, tetapi biasanya orang itu, dia akan siap untuk terus berjuang, bekerja keras karena ada iming-iming yang akan didapatkan.

Maka ingatlah ganjaran yang akan didapatkan setelah kita berupaya untuk istiqomah di atas taqwa itu sangatlah besar di sisi Allah SWT.

Kiat kedua, selalu berdoa kepada Allah SWT, memohon dan meminta agar diistiqomahkan di atas taqwa.

Allah SWT telah mengajarkan kepada kita banyak doa, karena memang taqwa itu adalah pemberian Allah SWT.

Allah mengatakan dalam firmannya, Allah lah yang mengilhamkan kepada setiap jiwa manusia keinginan dan kecenderungan untuk melakukan dosa dan juga melakukan taqwa.

Karena ini adalah pemberian dari Allah SWT, maka tentu kita harus banyak meminta dan memohon kepada Allah.

Di antara doa yang Nabi Muhammad SAW ajarkan dalam meminta taqwa adalah, ya Allah berikan lah kepada jiwa ku ketaqwaannya dan bersihkan lah jiwa ku karena engkau lah sebaik-baiknya yang menyucikannya.

Kemudian juga ada doa lain yang nabi ajarkan. Ya Allah, aku mohon pada-Mu petunjuk taqwa, kemudian aku juga memohon kepada-Mu agar dapat menjaga diri dari hal-hal yang buruk dan kecukupan dalam hidup.

Kemudian yang ketiga, kiatnya adalah selalu menghadirkan, rasa diri diawasi oleh Allah SWT.

Ini jadi yang sangat penting karena merupakan pendidikan yang diajarkan dalam berpuasa.

Berpuasa itu kalau sekiranya orang merasa dirinya tidak diawasi oleh Allah SWT, maka sangat mudah dia membatalkan puasanya.

Misal minum air, separuh keluar separuh masuk, karena tidak diawasi. Maka ini harus selalu hadir dalam diri kita.

Seseorang itu dia merasa diri aman untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran karena tiga hal. Pertama karena tak ada yang melihat, kedua karena tak ada yang mendengar dan ketiga karena tak ada yang mengetahui.

Baca juga: Hype Ramadan Bersama MUI Batam, Apa Arti Ekonomi Syariah?

Padahal ya sebenarnya hidup kita itu tidak ada yang sendiri. Kita itu selalu diawasi oleh Allah SWT secara langsung.

Bahkan Allah juga mengirim dua malaikat yang selalu membersamai kita yang siap mencatat semua apa yang kita ucapkan dan kita kerjakan.

Maka muraqabatullah ini sangat besar pengaruhnya dalam hal kita bertaqwa kepada Allah SWT.

(TRIBUNBATAM.id/Novenri Simanjuntak)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved