Kamis, 23 April 2026

Cara Diet Intermittent Fasting, Ampuh Turunkan Berat Badan dan Kurangi Masalah Kesehatan

Simak cara melakukan diet Intermitten Fasting atau puasa intermitten, tak hanya ampuh turunkan berat badan tapi juga bisa kurangi masalah kesehatan.

Canva
Ilustrasi Intermittent Fasting - Simak cara melakukan diet Intermitten Fasting atau puasa intermitten, tak hanya ampuh turunkan berat badan tapi juga bisa kurangi masalah kesehatan. 

TRIBUNBATAM.id - Berikut cara diet Intermittent Fasting yang dipercaya ampuh turunkan berat badan.

Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan sejumlah cara, termasuk diet.

Seiring berkembangnya ilmu kesehatan, diet pun memiliki sejumlah jenis.

Belakangan ini, diet Intermittent Fasting cukup ramai diperbincangkan dan dilakukan oleh berbagai kalangan.

Intermittent Fasting atau puasa intermitten dipercaya menjadi metode yang ampuh untuk menurunkan berat badan.

Baca juga: INI Penyebab Berat Badan Stuck Saat Diet, Lakukan Tips Ini agar Bobot Tubuh Ideal

Intermittent Fasting identik dengan jendela makan di mana Anda dapat mengonsumsi makanan hanya dalam periode waktu tertentu.

Lantas, apa itu Intermittent Fasting dan bagaimana cara diet Intermitten Fasting?

Mengenal Intermittent Fasting

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, Intermittent Fasting adalah rencana makan yang berkaitan dengan waktu makan Anda atau dikenal dengan jendela makan.

Artinya, Anda hanya boleh makan di waktu tertentu saja.

Penelitian menunjukkan, berpuasa selama beberapa jam atau puasa intermitent memiliki manfaat bagi kesehatan.

Menurut Prevention, penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa puasa intermitent tidak lebih efektif mengurangi berat badan.

Ahli diet bersertifikat, Gina Keatley mengatakan, Intermittent Fasting dapat membuat seseorang mengalami defisit kalori sehingga berat badan akan turun.

Cara diet Intermittent Fasting: makan 8 jam, puasa 16 jam

Sebelum melakukan puasa intermiten, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Jika sudah disepakati, Anda dapat memilih pendekatan harian yang membatasi asupan makan per hari menjadi satu periode enam hingga delapan jam setiap hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved