Senin, 13 April 2026

LINGGA TERKINI

Kemenag Lingga Kepri Ajak Warga Urus Sertifikat Halal Gratis hingga Oktober 2024

Kemenag Lingga dorong warga urus sertifikat halal untuk produk makanannya. Apalagi saat ini ada layanan sertifikat gratis hingga Oktober 2024

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Dok.istimewa
SERTIFIKAT HALAL - Layanan sertifikat halal on the spot Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Kemenag Lingga buka ruang warga urus sertifikat halal produk lokal secara gratis hingga Oktober 2024 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah mengakselerasi sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman di destinasi wisata.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) dan Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Hal itu dalam giat Wajib Halal Oktober 2024, (WHO-2024) di 3 ribu Desa Wisata.

Di Lingga, Kepri, Desa Resun dipilih oleh Kemenag Lingga sebagai salah satu titik layanan sertifikasi halal on the spot.

Baca juga: PLUT Batam Targetkan 200 Produk UMKM Bersertifikat Halal Tahun Ini

Adapun desa ini merupakan wilayah yang mempunyai destinasi wisata unggulan hingga masuk ke Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dalam 300 besar.

"Melalui layanan sertifikat halal on the spot ini akan memudahkan pelaku usaha di Desa Resun untuk pengurusan sertifikat halal," kata Kepala Desa Resun, Hairul Mazi, Senin (6/5/2024).

Hairul menyebutkan, pihak desa mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan momen berharga ini.

"Ke depan produk unggulan Desa Resun berupa olahan makanan-minuman dari mangrove, seperti sirup, dodol dan mie instan akan segera kami daftarkan," terangnya.

Pengembangan produk lokal unggulan ini, lanjut Hairul, didukung oleh berbagai pihak.

Ia menerangkan, nantinya pengembangannya menggunakan sistem kelompok usaha.

"Memang saat ini, sedang pendampingan dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepri. Jadi, semuanya saling simultan," imbuhnya.

Ke depan lanjutnya, akan ada oleh-oleh dari hasil olahan buah mangrove berasal dari Desa Resun.

"Sambil berwisata, pengunjung akan dapat oleh-oleh," ungkapnya.

Baca juga: Gebyar UMKM Batam 2023, Ratusan Pelaku Usaha Terima Sertifikat Halal Gratis

Kades Resun ini juga meminta perangkat desa, untuk mendata kembali seluruh pelaku usaha. Mereka diminta menciptakan produk-produk unggulan. Selanjutnya, produk ini akan disertifikasi halal dan menjadi penunjang layanan destinasi wisata Desa Resun.

"Sekaligus mendukung penuh Wajib Halal Oktober 2024 mendatang," tambahnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved