Selasa, 14 April 2026

MATA LOKAL CORNER

Akademisi UNRIKA Batam Bicara Pilkada Kepri 2024, Hasil Pileg Bukan Ukuran Mutlak

Akademisi UNRIKA di Batam, Dendi Sutarto terkait Pilkada Kepri 2024 menilai hasil Pileg 2024 tak bisa jadi ukuran mutlak.

|
TRIBUNBATAM.id
PILKADA KEPRI 2024 - Dendi Sutarto, Kaprodi Ilmu Pemerintahan, FISIPOL, UNRIKA di Batam saat Mata Local Corrner (MLC) Tribun Batam, Kamis (16/5). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Program Studi Ilmu Pemerintah Fisipol Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di Batam, Dendi Sutarto menilai hasil Pileg 2024 bukan ukuran mutlak untuk menghadapi Pilkada Kepri 2024.

Menurutnya, tingkat elektoral yang berkaitan dengan popularitas jadi poin penting dalam Pilkada Kepri 2024.

Jika bicara soal itu, maka yang sedikit diuntungkan menurutnya adalah Muhammad Rudi.

"Kenapa demikian, dia sudah terkenal di Batam dan menjadi Walikota dan Kepala BP Batam," ucapnya dalam Mata Local Corner (MLC) Tribun Batam, Kamis (16/5).

Ia sepakat jika Batam merupakan tempat yang diincar oleh calon Gubernur Kepri untuk mendulang banyak suara.

Apalagi setengah dari total DPT Kepri Pemilu 2024 merupakan warga Batam.

Baca juga: Batam Target Paslon Pilkada Kepri 2024, Dosen FKIP UMRAH Robby Patria Buka Suara

"Kita tidak bisa menyamakan bahwa Pileg merupakan ukuran mutlak untuk menghadapi Pilkada," jelasnya.

Penentuan calon Wakil Gubernur Kepri pun menurutnya jadi penentu.

Sebab ketika koalisinya salah langkah maka semuanya akan blunder.

"Seperti yang kita lihat arah politik hari ini. Ansar Ahmad dari Golkar dan kemungkinan bakal didukung oleh Pak Amsakar yang mana akan membawa efek elektoral bagi partai dan petahana," terangnya.

Sementara Rudi hari ini menurutnya belum didukung dengan suara manapun.

Baca juga: Pemilih Batam Target di Pilkada Kepri 2024, Dosen Fisip UMRAH Ungkap Anomali

Jika dilihat dari tren Pilkada di beberapa daerah terlepas dari politik uang, figur itu sangat menentukan kemenangan.

"Contohnya, Presiden Jokowi dulu waktu calon Gubernur Jakarta. Saat itu dia melawan banyak partai dan berhasil menang," ungkapnya.

Ketika itu, dia memberi pesan agar kedepan yang paling di perhatikan di Pilkada atau Pileg adalah soal politik uang.

"Politik uang apabila masih terjadi maka akan merusak segalanya dan tidak sehat lagi," katanya.

Meski begitu angka partisipasi masyarakat soal Pileg dan Pilkada belum terhitung tinggi. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved