Rabu, 27 Mei 2026

BATAM TERKINI

Karyawan PT SBA Batam Bekerja di Tengah Debu Karena Mesin Packing Semen Andalas Bocor

Akibat kebocoran mesin, karyawan PT SBA harus bekerja dalam debu di lokasi packing plant di Batam. Dampaknya, pekerja alami batuk darah, gatal-gatal

Tayang:
Penulis: Eko Setiawan | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
DEBU - Pekerja PT SBA ketika sedang melakukan packing semen Andalas di kawasan packing plant yang berada di Batu Ampar, Kota Batam. Mereka bekerja dalam debu semen dikarenakan ada kebocoran mesin 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Karyawan di PT Solusi Bangun Andalas (SBA) area Batam mengeluhkan sikap perusahaan yang seolah tidak memperdulikan keselamatan para pekerjanya.

Diketahui, ada kebocoran mesin pengepakan semen Andalas milik perusahaan SBA Batam di lokasi packing plant kawasan Batam.

Akibat kebocoran mesin itu, mereka harus bekerja dalam debu di lokasi packing plant di Batam.

Tentunya sangat disayangkan, mesin yang seharusnya mengantongi semen dengan rapi justru mengalami kebocoran yang parah.

Baca juga: Ingatkan Perusahaan di Batam Tidak Telat Bayar THR, Disnaker Buka Posko Pengaduan

Akibatnya, semen bocor kemana-mana dan memenuhi ruang isolasi produksi dengan debu semen.

TRIBUNBATAM.id mendapatkan sejumlah video saat karyawan sedang melakukan proses pengantongan semen.

Dari video yang ada, kebocoran ini bukanlah hal kecil. Sebab volume debu semen tersebut memenuhi ruang isolasi produksi.

Akibat kejadian itu, para pekerja kini mengalami kondisi yang memprihatinkan. Di antaranya mengalami batuk darah, gatal-gatal di kulit hingga ada yang mengalami gangguan pernapasan dan penglihatan.

Sumber Tribunbatam.id mengatakan, kebocoran mesin produksi semen ini sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, namun tidak kunjung diperbaiki.

"Semenjak saya kerja kebocoran sudah terjadi. Saya gak tau kapan rusaknya, hanya saja saya kerja sudah seperti ini," ujar seorang pekerja yang namanya enggan disebutkan kepada awak media, Senin, 3 Juni 2024.

Lebih parahnya lagi, ia mengungkapkan bahwa semenjak bekerja di sana, ia belum mendapatkan BPJS Kesehatan.

"Bukan hanya batuk berdarah saja yang saya alami. Badan kami juga gatal-gatal akibat debu semen yang menempel di badan kami," ujarnya.

Memang saat bekerja mereka menggunakan safety atau alat pengaman saat bekerja seperti masker dan kacamata.

Namun hal itu tidak maksimal. Apalagi dengan tumpukan debu yang seperti itu.

Baca juga: Aturan Baru, Perusahaan di Batam Bisa Kena Sanksi Jika Rekrut Pekerja dari Luar Kota

"Teman kita di depan saat bekerja gak kelihatan. Kita harus teriak dulu baru tahu kalau di sana ada orang," sebutnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved