MATA LOKAL CORNER

Fenomena Pilkada Batam Tahun Ini, Ketua BEM Unrika Muryadi Sebut Tidak Ada Dinamika

Menurutnya, dalam bidang akademis partai politik masih dibutuhkan namun dengan alasan perlu dan dalam konteks kelembagaan.

|
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Istimewa
Acara Mata Lokal Corner Tribunbatam 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (BEM UNRIKA) Muryadi Aguspriawan menilai fenomena Pilkada Batam tidak ada dinamika sedikit pun.

"Batam memiliki tiga sampai empat poros tetapi hadirnya pemain baru Li-Claudia Chandra yang diusung oleh partai pemenang semua jadi berubah. Lebih parahnya lagi hari ini kita lihat yang dilawannya itu kotak kosong," ujar Muryadi Aguspriawan.

Menurutnya, dalam bidang akademis partai politik masih dibutuhkan namun dengan alasan perlu dan dalam konteks kelembagaan.

Apalagi partai politik sebagai kendaraan atau akomodasi dan sebagai mekanisme dalam penyaluran penyelenggaraan pemerintahan.

"Tetapi partai politik juga menjadi sarana utama untuk memelihara akuntabilitas dan demokrasi. Hari ini demokrasi membuka ruang sebesar-besarnya tetapi partai politik menutup diri dengan masuk ke koalisi besar," ujarnya.

Baca juga: Mata Lokal Corner Tribun Batam yang Digelar di Politeknik Batam Berjalan Meriah

Muryadi menambahkan dalam ilmu politik itu ada nomadisme yang artinya perilaku politik psikologi dan pelaku politik yang tidak in-konsistensi.

"Sebagai pemuda dan mahasiswa tidak merasa dinamika sedikit pun. Karna Batam cukup seksi tetapi kalau lawannya kotak kosong apa dinamikanya?," ujarnya.

"Coba di refleksikan kembali esensi dari demokrasi, esensi hadirnya partai politik itu untuk apa. Ini tidak jalan terkait pengawasan antara eksekutif yang berjalan tanpa percikan," timpanya.

Baca juga: Pilkada Kepri 2024 Dalam Mata Lokal Corner, Suara Anak Muda Penentu Kemenangan

Muryadi atau akrab disapa Odi mengaku faktor yang mengakibatkan super koalisi ini terjadi akibat pengaruh pusat, yang seharusnya ada peran penting partai politik di daerah untuk melakukan penjaringan atau kaderisasi.

"Dalam undang-undang partai politik itu pastinya sudah di atur bagaimana soal rekrutmen terkait kader-kader yang ingin bergabung," ujarnya.

Dengan begitu, Odi meyakini super koalisi yang terjadi dan bergabung merupakan kegagalan dari pengkaderan dari partai politik. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved