KARIMUN TERKINI
RSBT Karimun Kini Layani Pasien Cuci Darah, Sehari Bisa Tampung hingga 8 Pasien
Pasien cuci darah di Karimun kini bisa dilayani di RSBT Karimun selain di RSUD Muhammad Sani. Pihak RS terima pasien umum, BPJS dan asuransi
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun resmi melayani pasien hemodialisa (HD) atau terapi cuci darah, Jumat (2/8/2024).
Peresmian layanan ini sejalan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 31 RSBT Karimun.
Diketahui, RSBT Karimun merupakan unit usaha di bawah PT Bakti Timah Medika yang merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina Bina Medika IHC.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Plt Direktur RSBT Karimun dr Fifi Dayanti dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi.
Baca juga: Nakes RSUD Natuna Kewalahan Tangani Pasien Imbas Mesin Cuci Darah Rusak
Plt Direktur RSBT Karimun, dr Fifi Dayanti menjelaskan, pengadaan alat ini sebagai pemenuhan kebutuhan layanan hemodialisa yang meningkat di Kabupaten Karimun.
"Adanya layanan hemodialisa ini karena memang daya tampung di RSUD Muhammad Sani yang kurang, sehingga RSBT ingin membantu masyarakat supaya tidak harus bolak-balik ke Batam," ujar dr Firi Dayanti.
dr Fifi menambahkan dalam pelayanan HD atau terapi cuci darah ini juga bisa diperuntukan bagi pasien BPJS Kesehatan, asuransi dan umum.
"Hampir 99 persen layanan HD ini adalah pasien BPJS. Jadi kami juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk bisa melayani pasien HD," ujarnya.
Saat ini layanan HD di RSBT Karimun dapat menampung delapan orang pasien dalam sehari. Dengan dilengkapi empat unit mesin hemodialisis dan empat tempat tidur.
"Di awal ini ada empat mesin HD dan rata-rata layanannya 4 jam untuk satu pasien, sementara ini bisa 4 dulu. Tapi misalnya daya tampung masih kurang, kami bisa tambah menjadi 8 pasien per hari yang bisa kami layani," ujarnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan Tanggung 3 Jenis Penyakit Ginjal Ini, Termasuk Cuci Darah
Dengan tersedianya layanan HD di RSBT Karimun, dr Fifi juga meminta dukungan dari Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI).
"Kami memohon dukungan ke Dinkes dan Kepala Puskesmas untuk membantu jika rujukan layanan HD sudah ada di RSBT," ujarnya.
"Kami juga meminta dukungan penuh kepada PMI karena pasien HD membutuhkan transfusi darah," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi menjelaskan jumlah pasien cuci darah di Karimun saat ini telah mencapai 105 pasien.
Angka ini meningkat dalam empat tahun terakhir yang hanya 84 orang.
Polres Karimun Gelar Focus Group Discussion, Berharap Karimun Tetap Kondusif |
![]() |
---|
Bea Cukai Tanjungpinang Lakukan Pemusnahan Barang Ilegal, dari Rokok Hingga Sex Toys |
![]() |
---|
Polemik Dualisme Kepemimpinan, PWI Karimun Dukung Keputusan Pusat |
![]() |
---|
Bea Cukai Karimun Paparkan Capaikan Kinerja Periode Januari-Mei 2025, Ini yang Paling Menonjol |
![]() |
---|
Festival Olahraga Series II se-Kabupaten Karimun Resmi Ditutup |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.