Kamis, 30 April 2026

Pariwisata Kepri Aman

Pesona Vihara Samudera Bhakti di Pulau Buluh Batam, Magnet Wisman Singapura Hingga China

Pesona Vihara Samudera Bhakti di Pulau Buluh Batam jadi magnet wisman dari Singapura hingga China. Berikut ini ulasannya untuk Anda.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Dedi, penjaga Vihara Samudera Bhakti di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan batu yang ditaksir berumur ratusan tahun, Sabtu (24/8). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Vihara Samudera Bhakti di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih terjaga keasriannya.

Tempat ibadah yang dibangun sejak tahun 1880 di pesisir Pulau Buluh, kini memiliki dermaga khusus, termasuk ruang untuk pengunjung beristirahat.

Ya, selain sebagai tempat ibadah, Vihara Samudera Bhakti ternyata jadi magnet pariwisata Batam bagi warga yang mengunjungi Pulau Buluh.

Meski telah bertranformasi, pengelola semaksimal mungkin mempertahakan konsep awal serta menunjunjung tinggi nilai sejarah.

Beberapa ornamen dan desain pada atap tidak mengalami perubahan bentuk.

Tumpukan batu yang telah berusia ratusan tahun sejak bangunan itu didirikan menarik perhatian di dalam area vihara ini. 

Batu berukuran besar berada tepat dibawa altar dupa patung dewa di bagian tengah. 

Batu itu tertimbun bangunan gedung yang diyakini berukuran besar dan menjadi pondasi sebagian Vihara. 

Selain batu cadas tua, juga terdapat patung harimau yang berusia sama halnya dengan batu. 

Di sisi bangunan, pintu masuk dari samping m tumbuh pohon ketapang yang sudah berumur ratusan tahun. 

Pohon Ketapang itu memiliki diamater 1 meter dengan ketinggian 12 meter. 

Di ranting pohon Ketapang, dipasangi lampion yang mempercantik kawasan vihara ini.

Baca juga: Destinasi Wisata Batam Taman Rusa Sekupang Punya Wahana Baru

“Pohon Ketapang ini sudah ratusan tahun, cap go meh kemarin sudah genap usia 99 tahun, kemarin itu dirayakan. Kalau pohon ini lebih dulu tumbuh dari pade bangunan ini,” ujar Dedi, seorang penjaga kepada TribunBatam.id, Sabtu (24/8). 

Pria 52 tahun ini memang orang baru menjaga tempat ini.

Namun Dedi tahu betul sejarah tempat ini, karena orangtuanya dahulu merawat dan menjaga tempat ini semasa hidup.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved