Rabu, 8 April 2026

MATA LOKAL CORNER

Bangsa Melayu di Pilkada Batam 2024 serta Tantangan Masyarakat Heterogen

Akademisi UNRIKA Batam mengungkap kondisi masyarakat Melayu dan kaitannya dengan Pilkada serentak 2024.

|
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM
Dosen Pendidikan Sejarah Unrika Fitri Yanti 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Identitas Melayu dalam Pilkada Batam 2024 tak bisa dipisahkan.

Apalagi baik Amsakar Achmad dan Hardi Selamat Hood yang bakal berlaga di Pilkada Batam 2024 merupakan anak tempatan Melayu Kepri.

Kondisi ini menggambarkan pentingnya identitas budaya dalam konteks politik lokal. 

Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Fitri Yanti menilai, penting untuk menjelaskan bagaimana sejarah dan budaya Melayu mempengaruhi masyarakat Batam.

"Batam yang terletak di Semenanjung, penghuni aslinya adalah orang Melayu yang dulunya orang selat gitu atau yang disebut juga dengan suku laut itu sekitar 231 masehi," ujar Fitri Yanti saat acara Mata Lokal Corner Tribun Batam, Kamis (12/9). 

Dalam kajian sejarah dan budaya, ia menjelaskan bahwa orang Melayu erat kaitannya dengan Islam. 

"Yang kedua, mereka tidak hanya mengamalkan adat istiadat Melayu, tetapi juga menggunakan bahasa Melayu dan unsur-unsur budaya Melayu dalam kehidupan sehari-hari," kata Fitri

Sejarah mencatat bahwa Batam pernah berada di bawah pengaruh kebudayaan Melayu, khususnya dari Riau-Lingga. 

Namun sering berjalannya waktu, pada tahun 1970-an, Batam mengalami transformasi menjadi kawasan industri yang menarik banyak pendatang dari berbagai daerah. 

"Nah ini mengundang kemudian banyak orang datang ke Batam setiap hari ini menyebabkan juga masyarakat batam menjadi heterogen dan pluralistik," ungkapnya.

Dalam kontestasi pemilu, ia menyoroti bagaimana nanti pasangan calon yang akan memimpin Batam dapat menjaga identitas Melayu sekaligus mengakomodasi keragaman masyarakat Batam yang heterogen.

Baca juga: Pilkada Batam 2024, ASLI dan NADI Dinyatakan Sehat, Lanjut ke Tahap Berikutnya

"Nah Bagaimana kemudian para eksekutif ini nanti kan bisa merangkum dan merangkul identitas melayu, namun harus tetap unggul tetapi tidak melupakan yang pluralisme tadi itu," paparnya.

Ia berharap kebijakan yang akan diambil para eksekutif, tetap berlandaskan pada budaya lokal Melayu sambil menghargai keberagaman masyarakat.

Dalam konteks ini, Pilkada Batam menggambarkan bagaimana Batam, sebagai miniatur Indonesia, mengelola keseimbangan antara identitas lokal dan pluralisme. 

Ia juga mengajak kepada masyarakat bagaimana kedua paslon mengatasi tantangan ini dan meneruskan keberagaman sekaligus mempertahankan kearifan lokal Melayu sebagai ciri khas Batam. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved