MATA LOCAL CORNER

Akademisi UIB Minta Paslon Pilkada Kepri Serius Tangani Pendidikan dan Lapangan Kerja

Akademisi UIB, Suyono Saputro pada Pilkada Kepri 2024 menyoroti pendidikan dan keterbukaan lapangan kerja. Ia meminta paslon serius menangani itu.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id
Akademisi Universitas Internasional Batam (UIB), Suyono Saputro dalam program Mata Lokal Corner (MLC) Tribun Batam, Kamis (19/9). Ia meminta paslon di Pilkada Kepri 2024 serius menangani pendidikan dan ketersediaan lapangan kerja. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Akademisi Universitas Internasional Batam (UIB), Suyono Saputro meminta paslon di Pilkada Kepri 2024 serius tangani pendidikan dan ketersediaan lapangan kerja.

Program kinerja kepemimpinan dua calon Gubernur Pilkada Kepri terhadap kelompok anak muda selama ini tak dapat dipisahkan dari penilaian publik.

Apalagi baik Ansar Ahmad maupun Muhammad Rudi yang akan berlaga pada Pilkada Kepri 27 November 2024 mendatang merupakan sama-sama petahana baik di Pemprov Kepri dan Pemko Batam.

Kinerja dua calon Gubernur Kepri ini dalam memberikan perhatian serius kepada anak muda semasa kepemimpinannya tentu mempengaruhi dukungan para pemilih.

Terkait apa yang sudah dilakukan dan apa bentuk perhatian pemerintah daerah baik dilevel provinsi maupun di kabupaten/kota terhadap anak-anak muda menjadi topik menarik dalam Pilkada Kepri.

"Sangat menarik diulas apa yang sudah dilakukan selama lima tahun terakhir. Kondisinya kan begini, kedua calon ini sama-sama menjabat, Pak Rudi di Kota Batam dan Pak Ansar di Provinsi Kepri," ujar Akademisi UIB Kota Batam, Suyono Saputro, pada acara Mata Lokal Corner Tribun Batam, Kamis (19/9/2024).

Melirik akan berlansungnya bonus demografi Indonesia 2045, dimana usia produktif mencapai 70 persen akan menjadi tantangan bagi para calon pemimpin dalam menjemput kemajuan negara maupun daerah.

Namun di Provinsi Kepri dengan angka angkatan kerja usia 15 tahun ke atas sekitar 1,6 juta, saat ini tercatat ada sekitar 1 juta orang yang bekerja maupun menganggur.

Jika ditelisik lebih lagi, artinya untuk tamatan SMP ke bawah hampir mencapai 70-80 persen. 

Sementara yang mengenyam pendidikan tinggi jauh lebih sedikit berkisar seratus ribuan.

Suyono menilai atas kondisi itu, perhatian pemerintah daerah harus lebih serius dalam mengadakan program buat kelompok anak muda.

Baca juga: Pilkada Kepri 2024, Keluarga Besar Partai NasDem Karimun Siap Menangkan Muhammad Rudi - Aunur Rafiq

"Ini harusnya jadi perhatian, apabila kita mau menyasar anak-anak muda dan memberikan program khusus buat mereka. Karena yang dihadapi angkatan kerja kita hari ini adalah kesempatan kerja, karena angka pengangguran saat ini masih terbilang besar," sebutnya.

Menurut dia, sektor pendidikan harus merata dan selaras dengan basis pangsa kerja setiap perusahaan yang hadir di provinsi Kepri.

Lewat dunia pendidikan itu, diatur kebijakan-kebijakan baru yang memberi ruang ekplorasi keahlian dan keterampilan anak muda.

"Kejadian beberapa bulan yang lalu misalnya ada short test kerja karena permintaan welder itu enggak terpenuhi oleh Kepri. Kita bicara baru dari satu aspek dari welder saja, sementara kan di Kepri ini tidak hanya satu sektor industri saja tapi ada manufaktur, elektronik, jasa dan lain-lain itu juga membutuhkan tenaga kerja dan itu harus dipenuhi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved