Rabu, 6 Mei 2026

Santri Bakar Pengajar

Tenaga Pengajar Ponpes Dibakar Hidup-hidup Oleh Santri, Pelaku Dendam Karena Sering Dipermalukan

Kejadian ini terjadi di Ponpes An Nur yang berada di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, pada Sabtu (5/10/2024) sekitar pukul 03

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TRIBUN MEDAN/HO
Kondisi Korban Sekaligus pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur yang berada di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dibakar oleh santrinya pada, Sabtu (5/10/2024) kemarin. 

TRIBUNBATAM.id, LANGKAT - Merasa kesal karena sering dipermalukan di depan teman-temannya, seorang santri menjadi dendam kepada pengajarnya.

Akibat dendam tersebut, iapun nekat membakar orang yang selama ini sangat dekat denganya.

Kejadian ini terjadi di Ponpes An Nur yang berada di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, pada Sabtu (5/10/2024) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. 

Adapun korban bernama Adab Auli Rizki (19) dan pelaku berinisial FAZ (17).

FAZ nekat melakukan hal itu karena sakit hati ke korban.

Atas kejadian ini, korban disebut-sebut mengalami luka bakar hingga 80 persen. 

 "Korban adalah pengurus pengajar ponpes. Korban mengalami luka bakar 80 persen dan dibawa ke RSUP H Adam Malik Medan," ujar Kasi Humas Polres Langkat, AKP Rajendra Kusuma, Rabu (9/10/2024).

Lanjut Rajendra, peristiwa itu terjadi di Ponpes An Nur Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Sabtu (5/10/2024) sekira pukul 03.00 WIB. 

Baca juga: Evakuasi Korban Longsor di Aceh, Tim Sar Temukan Anak dan Ibu Berpelukan Dalam Selimut

Korban dibakar saat tengah berada di salah satu kamar yang berada di dalam masjid ponpes itu.

Mulanya salahsatu santri di pesantren itu melihat seseorang diduga pelaku berlari dari dalam masjid menuju perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar pesantren. 

Merasa curiga, santri itu lalu masuk ke dalam masjid dan melihat kamar korban telah terbakar.

 "Merasa curiga, selanjutnya saksi masuk ke masjid untuk melihat apa yang terjadi, berhubung ada orang yg tidak dikenal melarikan diri. Kemudian, saksi melihat kamar salah satu pengurus atau pengajar ponpes yang berada di dalam mesjid terbakar dan api sudah membesar," ujar Rajendra

Kemudian santri itu langsung berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan tersebut, sejumlah santri berdatangan dan langsung memadamkan api. 

Baca juga: Sering Bolos Kerja, Seorang Oknum Polisi Diamankan Propam Polresta Tanjungpinang

Saat proses pemadaman, para santri mendengar suara teriakan korban dari dalam kamar. Santri-santri tersebut lalu mendobrak pintu kamar tersebut dan menolong korban.

"Korban berhasil diselamatkan, tetapi korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Kemudian, korban langsung dibawa ke RS Tanjung Pura untuk pemberian pertolongan dan saat ini korban telah di rujuk ke RSU Adam Malik Medan," ujar Rajendra. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved