Senin, 27 April 2026

PLTS Tanjung Uma di Batam Bangkitkan Harapan Rasida dengan Usaha Laundry

Hadirnya PLTS Tanjung Uma di Kota Batam, Provinsi Kepri membuka peluang bagi Rasida untuk membuka usaha laundry. Sudah 3 tahun ia menekuni usaha itu.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
PLTS TANJUNG UMA – Rasida, pemilik LIDIA Laundry sedang merapikan pakaian dari dalam mesin cuci di tempat usahanya, RT 01/RW 04 Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2024) siang. 

PLTS Tanjung Uma Bangkitkan Harapan Rasida dengan Usaha Laundry

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT PLN Batam di Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri cukup dekat dengan LIDIA Laundry.

Kedua lokasi tersebut kira-kira hanya berjarak 50 meter, masuk wilayah RT 01/RW 04 Kampung Mentegi.

Kedekatan lokasi itu bukan sekadar kebetulan saja, melainkan benar-benar diperhitungkan oleh Rasida, pemilik LIDIA Laundry sejak tiga tahun lalu. 

Rasida mempertimbangkan keberadaan tempat usaha cuci gosok pakaian itu setelah mengetahui ada pembangunan PLTS yang menyuplai daya listrik bagi warga sekitar.

Jumat (25/10/2024) selepas Zuhur, wanita 48 tahun itu sedang asyik merapikan pakaian cucian dari dalam mesin cuci.

Dia memasukkan pakaian kotor ke satu mesin.

Baca juga: PLN Batam dan Ditpamobvit Polda Kepri Tandatangani Pedoman Kerja Teknis

Sementara dari mesin lainnya, dia mengeluarkan pakaian yang telah siap dicuci. 

Dengan hati-hati dia memilah satu per satu pakaian supaya tidak bercampur dengan pakaian lainnya. 

Rasida sudah melakoni pekerja ini sejak 3 tahun terakhir, ketika PLTS dibangun di Tanjung Uma.

Dia menangkap peluang kehadiran PLTS dengan membuka usaha laundry untuk mendapatkan penghasilan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.  

LIDIA Laundry merupakan tempat usahan rumahan.

Di tempat usaha itu juga Rasida sekeluarga tinggal.

Warga Tanjung Uma Batam pemilik usaha laundry slc
Rasida, pemilik LIDIA Laundry sedang merapikan pakaian di tempat usahanya, RT 01/RW 04 Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10) siang.

Wanita itu memiliki tiga anak, masing-masing duduk di bangku sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

LIDIA Laundry memang tidak sebesar tempat usaha cuci gosok pakaian lainnya yang berada di ruko ataupun kios mewah.

Tempat usaha Rasida tersebut sangat sederhana, hanya berukuran 3 meter x 4 meter saja.

Di dalam ruangan yang relatif sempit itu, terdapat tiga mesin cuci yang dilengkapi dengan pengering.

Di depan rumahnya terpajang banyak jemuran pakaian. 

“Iya beginilah. Namanya rumah di kampung pesisir. Walau rumah panggung tapi kalau bisa beri makan, tak apalah kita kerjain,” ujar Rasida sembari mengusap keringat di keningnya. 

Memang usaha laundry Rasida terbilang kecil.

Baca juga: PLN Batam Gelar Lomba Menulis dan Foto Berhadiah Total Puluhan Juta untuk Masyarakat Indonesia

Dia harus bekerja di dalam ruangan sempit dengan hawa panas menyelimutinya.

Lagi pula, kipas angin untuk mengusir hawa panas itu sangat kecil dan tidak seberapa jauh jangkauannya. 

“Paling kalau sudah capek, istirahat dulu. Nanti kalau anak sudah pulang dibantu. Tapi sore mereka baru pulang,” ucap Rasida. 

Di tengah perbincangan, Rasida kedatangan konsumen yang mengantarkan pakaian kotor.

Rasida dengan cepat menimbang lalu menulis nota pembayaran. 

“Beratnya 2,5 kilo ya. Total Rp 16 ribu, nanti diambil 3 hari lagi ya,” demikian komunikasi antara Rasida dengan konsumennya. 

Baca juga: PLN Batam Beri Diskon Tambah Daya Cuma Rp240.904, Berlaku hingga 30 September 2024

Dalam sehari, Rasida bisa menerima cucian biasa 25 hingga 40 kg.

Uang hasil usahanya itu kemudian dibagikan untuk biaya listrik dan detergen. 

Selebihnya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga termasuk biaya kuliah sang anak. 

“Alhamdulillah lah. Tak banyak, namun cukup lah. Bisa buat tambahan untuk biaya anak sekolah. Karena penghasilan suami juga tak menentu. Suami hanya kerja serabutan, ikut kerja bangunan,” ujar Rasida. 

Meskipun tempat usahanya relatif kecil dan sempit, namun Rasida bisa mempekerjakan beberapa tetangganya.

Uang hasil usaha tersebut pun dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membiayai pendidikan anak-anak.

Bahkan anak pertamanya sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Kampus ITEBA Batam. 

Yulida rekan Rasida cfkvn
Yulida, tetangga Rasida sedang menggosok pakaian konsumen di usaha LIDIA Laundry di RT 01/RW 04 Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2024) siang.

“Semoga berkah lah. Ada rezeki untuk hidup. Sekolah anak, biar anak tak macam kami sama bapaknya ini kelak. Kami juga bisa bantu tetangga,” ungkap pemilik LIDIA Laundry itu.

Yulida, seorang tetangganya mengaku sangat terbantu setelah bekerja di LIDIA Laundry tersebut.

Dia dan beberapa tetangga lainnya bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kerja menyetrika pakaian di tempat laundry milik Rasida itu.

“Kadang kerjain ini lah. Lumayan buat tambah beli kebutuhan dapur. Sekilo dapat upah Rp 2 ribu. Kalau sehari jumlah yang disetrika tak menentu. Kadang 10 kg, kadang lebih. Kalau setrika 15 kg, dapat upah 30 ribu kan lumayan. Buat beli beras,” cerita Yulida yang berada di samping Rasida. 

Pada saat bersamaan, tidak jauh dari LIDIA Laundry, operator PLTS, Rahmad Rido sedang sibuk menata panel Listrik serta membersihkan sampah dan rerumputan yang berada di bawah atap panel.

Rido mengenakan pakaian safety lengkap saat melakukan tugas rutinnya tersebut. 

Baca juga: Srikandi PLN Batam Lakukan Aksi Ini Cegah Stunting

“Harus dikontrol terus. Mana tahu ada atap panel yang bocor, rusak atau gosong. Jadi setiap hari kami melakukan pengecekan trafo. Karena di dalam ada komponen kelistrikan secara berkala,” ujar Rido

“Kami setiap hari ada 4 orang petugas yang mengontrol, 2 operator, 1 gardener dan 1 enginer. Kami masuk setiap pagi, mulai dari jam 8 sampai jam 5 sore,” timpal operator PLTS itu. 

PLTS di Tanjung Uma berdiri sejak tahun 2020.

PLTS itu dilengkapi dengan 272 meja panel surya.

Dalam satu bulan, PLTS itu menghasilkan 1 megawatt tegangan listrik. 

Operator PLTS Tanjung Uma Batam Kepri sdlvnk
PLTS TANJUNG UMA - Operator PLTS Tanjung Uma, Rahmad Rido sedang mengecek panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (25/10/2024) siang.

Meja panel surya itu berupa bangunan mini layaknya atap berjejer di atas sebidang lahan milik PT PLN. Jejeran atap tersebut memang didesain untuk menyerap dan menampung energi surya.

Bangunan seperti atap berjejer yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektare itu merupakan energi terbarukan alias PLTS milik PT PLN Batam.

Dari PLTS Tanjung Uma, PLN Batam berhasil menghimpun daya listrik sebesar 1 megawatt.

Pasokan cadangan 1 megawatt ini disalurkan ke sejumlah permukiman warga yang berada di sekitar lokasi PLTS, yakni perkampungan Pelantar Pesisir Tanjung Uma. 

Manfaat kehadiran PLTS di Tanjung Uma sungguh dinikmati oleh warga sekitar.

Rasida, pemilik LIDIA Laundry dan Yulida tetangga yang bekerja dengannya sama-sama mengakui, selama ini jarang ada pemadaman Listrik di wilayah mereka. 

Baca juga: Wujudkan Dukungan sebagai Sesama Perempuan, Srikandi PLN Batam Dukung Pengembangan UMKM Binaan

Oleh karena itu, mereka tidak mengalami kendala apa pun dalam menjalankan usaha laundry tersebut.

Pantauan TribunBatam.id, PLTS tersebut dikendalikan sejumlah petugas PLN Batam untuk pemeliharaan listrik.

Lokasi tersebut dijaga ketat oleh para petugas sekuriti dengan skema pembagian waktu kerja. 

“Tak bisa sembarangan masuk ke dalam, bahaya. Ada aliran listrik bertegangan tinggi,” ungkap petugas sekuriti di lokasi. 

Setelah mendapat izin Manajemen PT  PLN Batam, Tribun Batam pun mendapat akses untuk melihat langsung panel-panel tersebut.

Tribun Batam juga mendengar langsung penjelasan bagaimana sistem PLTS menghimpun produksi surya ke dalam penyimpanan dan selanjutnya disalurkan ke gardu yang berada di depan PLTS.

Operator PLTS Tanjung Uma Batam Rahmad Rido slvkn
BERSIHKAN PANEL - Operator PLTS Tanjung Uma, Rahmad Rido sedang membersihkan sampah dan rerumputan di bawah atap panel di Kampung Mentegi, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepjulauan Riau (Kepri), Jumat (25/10/2024) siang.

Lalu dari gardu itu daya listrik didistribusikan ke rumah masyarakat. 

Humas PLN Batam, Bukti Panggabean menjelaskan, PLTS Tanjung Uma dapat memasok daya listrik sebesar 1 megawatt ke dalam sistem kelistrikan PLN Batam.

Daya listrik tersebut kemudian bisa disuplai ke 100 rumah warga. Termasuk kebutuhan listrik Puskesmas Tanjung Uma yang berada tepat di depan PLTS. 

“Jadi, sistem pendistribusiannya, daya Listrik tegangan tinggi dari panel-panel itu dihimpun lalu disimpan ke dalam medium voltage atau tegangan menengah. Kemudian dari medium voltage, daya listrik dialirkan ke gardu dan dari gardu didistribusikan ke rumah warga,” papar Bukti.

Menurut Bukti, PLN Batam sudah menerapkan energi berkelanjutan sejak tahun 2019 silam.

Sedangkan PLTS Tanjung Uma mulai dioperasikan pada tahun 2021.

Di waktu yang akan datang, PLN Batam akan terus fokus mengembangkan energi berkelanjutan dengan membangun PLTS dan menggandeng perusahaan swasta yang peduli pada green energy.

Baca juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, PLN Batam Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pantai Nongsa

Pada tahun 2028 nanti, PLN Batam akan mendapat interkoneksi dari Sumatera sebesar 300 megawatt.

Daya listrik itu berasal dari PLTS yang dibangun di daratan Sumatera.

“Targetnya pada 2060 semua sistem kelistrikan kita menggunakan green energy. Nah, pada saat itu tidak ada lagi pembangkit listrik mesin diesel dan pembangkit listrik tenaga fosil,” tegas Humas PLN Batam itu. (TribunBatam.id/Beres Lumbantobing)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved