Harga Sayur di Karimun Kepri Melonjak Naik, Pedagang Sebut Faktor Cuaca

Sejumlah sayuran di pasar tradisional Puan Maimun Karimun Kepri mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
HARGA SAYUR DI KARIMUN - Sejumlah sayuran di pasar tradisional Puan Maimun Karimun mengalami kenaikan yang cukup signifikan, diantaranya Kangkung, Bayam, dan Sawi dengan harga tolak Rp 25 ribu per kilogram. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sejumlah sayuran di pasar tradisional Puan Maimun Karimun mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dari pantauan di lapangan harga sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi mengalami kenaikan harga jual.

Salah satu pedagang, Salmi mengatakan saat ini harga tolak sayuran dari petani cukup tinggi.

"Sayuran lagi mahal. Bayam, Kangkung, Sawi harga tolaknya sudah Rp 25 ribu kita jual palingan ambil untung Rp 5 ribu, tapi pembeli sudah mengeluh," ujar Salmi, Jumat (25/10).

Menurutnya, kenaikan harga sayur-sayuran yang umumnya di konsumsi itu di picu oleh faktor cuaca yang tidak menentu hujan-panas. 

"Cuaca ini kadang panas terus tiba-tiba hujan, jadi kurang menentu dan ini jadi PR bagi petani untuk menjaga kualitas saat panen," ujarnya.

Baca juga: Rawan Kecelakaan di Karimun Akibat Aktivitas Truk Pengangkut Tanah, Hujan Jalan Licin, Panas Berdebu

Selama berdagang sayur puluhan tahun lamanya, Salmi menyebut harga bahan pokok atau sembako dapat berubah setiap hari.

"Kalau sembako ini tak menentu harganya, setiap hari bisa berubah. Kadang normal, kadang cenderung alami kenaikan," ujarnya.

Meskipun begitu, sejumlah sayuran lainnya masih ada yang normal diantaranya kacang panjang yang per onsnya hanya Rp 3 ribu.

Selain itu, harga cabai rawit hijau dan hijau keriting yang di banderol Rp 5 ribu per ons dan Rp 48 ribu per kilogram.

Sedangkan cabai merah padang di banderol Rp 6 ribu per ons dan Rp 58 ribu per kilogram, sementara cabai merah rawit Rp 8 ribu per ons dan 80 ribu per kilogram.

Baca juga: Kejari Karimun Stop Penyelidikan Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan, Tak Ada Kerugian Materiel

"Cabai merah, hijau, dan rawit tak pernah sama harga pasti ada selisih. Kalau cabai merah rawit atau cabai setan itu memang masih tinggi," ujarnya. 

Kenaikan harga sayuran ini juga menjadi keluhan kalangan emak-emak yang setiap harinya berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Iya sayuran lagi mahal, jadi belinya ini sedikit untuk sekali makan aja. Lebih milih beli lauknya aja daripada sayur," ujar Ida yang ditemui usai belanja. (TribunBatam.id / Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved