Kamis, 7 Mei 2026

Nasib Welcome to Batam

Welcome to Batam Ikon ala Hollywood di Kepri Nasibmu Kini

Gaya tulisannya Welcome to Batam yang mirip Hollywood Sign di Los Angeles, Amerika Serikat, menjadi nilai plus tersendiri bagi wisatawan yang datang

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id
IKON BATAM - Potret ikon wisata Welcome to Batam di Bukit Clara Batam terancam hilang tertutup proyek pembangunan di depannya. Foto diambil Kamis (24/10/2024) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Monumen Welcome to Batam atau WTB di Bukit Clara, Teluk Tering, Batam Kota, sudah menjadi simbol identitas bagi siapa pun yang pernah berkunjung ke Batam, Provinsi Kepri.

Gaya tulisannya yang mirip Hollywood Sign di Los Angeles, Amerika Serikat, menjadi nilai plus tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Apalagi ukuran masing-masing hurufnya yang relatif besar, membuat ikon wisata Batam ini bisa dilihat hingga jarak pandang lebih dari 2 km. 

Saat malam hari, lampu warna warni di tulisan yang dibangun di atas Bukit Clara pada ketinggian 52 meter ini, makin membuat ikon Welcome to Batam tampak indah dilihat.

Baca juga: Nasib Welcome To Batam, Proyek Depan Landmark Batam Buat Wakil Rakyat Bereaksi, Setuju?

Melihat dari sejarahnya, monumen Welcome to Batam dibangun dan selesai dibangun pada 2010, dengan anggaran Rp472,4 juta dari APBD Kota Batam.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Hadi Lestari.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek ini mengalami banyak kendala, karena tanah yang menjadi lokasi pembangunan sangat curam.

Makanya perlu kehati-hatian tinggi dalam proses pengerjaan.

Pembangunannya juga tidak hanya menggunakan tenaga manual, namun menggunakan truk crane seberat 20 ton. 

Pada 2014, monumen ini terancam longsor karena adanya pengerukan Bukit Clara yang dilakukan oleh suatu perusahaan.

Pengerukan dilakukan karena perusahaan tersebut akan membangun apartemen di sekitar Bukit Clara.

Potret Welcome to Batam beberapa waktu lalu saat diambil dari sisi Masjid Agung Batam
Potret Welcome to Batam beberapa waktu lalu saat diambil dari sisi Masjid Agung Batam (TRIBUNBATAM.id)


Namun, akhirnya terjalin kesepakatan antara pemerintah kota Batam dan pihak perusahaan.

Kesepakatan tersebut adalah dihentikannya pengerukan di bukit Clara yang berlaku selamanya.

Dengan demikian, monumen Welcome to Batam masih tetap berdiri dengan utuh sebagai landmark kebanggaan warga Batam.

Total panjang seluruh rangkaian tulisan Welcome to Batam adalah 120 meter.

Sementara masing-masing hurufnya berukuran 10 x 5 meter.

Untuk beratnya, huruf W mencapai 4,5 ton, sedangkan E, M dan B  masing-masing mencapai 4 ton, sedangkan L, C, O, T, B dan A  mencapai 3 sampai 3,5 ton.

Terancam Hilang

14 tahun berdiri, ikon Welcome to Batam kini terancam hilang tertutup gedung-gedung tinggi yang dibangun di sekitarnya.

Padahal, selama belasan tahun itu, ikon ini sudah menjadi representasi semangat dan perkembangan Kota Batam.

Ikon ini juga memiliki nilai sentimental bagi warga Batam. Kehilangannya diyakini akan menjadi kerugian bagi sektor pariwisata dan citra kota Batam.

Sebab banyak warga yang memiliki kenangan berharga terkait ikon ini, mulai dari foto-foto kenangan bersama keluarga hingga sebagai titik temu bagi berbagai kegiatan sosial dan komunitas.  

Belum lagi proyek pembangunan di sekitar ikon Welcome to Batam selesai, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mereka ikon ini akan hilang.

Padahal ikon Welcome to Batam selama ini sudah berdampak positif pada perekonomian lokal. 

Banyak pedagang yang berjualan dekat kawasan depan landmark tersebut. 

Mereka memanfaatkan kawasan depan landmark WTB yang sering menjadi tempat berkumpulnya wisatawan.

Dampak terhalangnya ikon WTB sudah dirasakan oleh para pedagang di area tersebut. 

Baca juga: Respon Pedagang Icon Welcome To Batam Tertutup Bangunan: Pengunjung Berkurang, Pendapatan Turun

Mereka khawatir jika pembangunan dilanjutkan hingga 5 lantai, ikon WTB akan tertutup sepenuhnya.
 
"Dampaknya sangat merugikan kami. Ikon ini penting bagi kami, terutama karena banyak wisatawan asing yang datang ke sini. Pengunjung yang datang ke sini bukan hanya warga lokal, tetapi juga warga negara tetangga. Mereka sering berfoto di depan ikon ini," ungkap Roy, salah satu pedagang di sana.
 
Senada dengan Roy, pedagang lainnya, Dedet juga mengungkapkan kekhawatirannya. 

"Ikon ini sangat penting bagi kami para pedagang. Pengunjung yang makan di sini kurang lebih 1.500 orang dan sudah banyak yang berkomentar terhadap pembangunan yang berlangsung," ujarnya.
 
Para pedagang juga menyoroti pentingnya ikon WTB bagi pariwisata Batam

"Ikon seperti ini hanya ada beberapa saja di dunia, seharusnya dijaga. Jangan dibiarkan tertutup," kata mereka. 

Kata Sekda Batam

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan, rencana pembangunan di depan ikon WTB sudah sesuai dengan perizinan yang berlaku.

"Kalau soal bangunan di situ kan mereka sudah sesuai dengan perizinan, kita tidak izinkan kalau itu menutup pandangan di situ," ujar Jefridin, Rabu (23/10/2024).

Ia menambahkan, pandangan di area tersebut telah dibahas dan tidak akan terganggu. 

"Tidak akan menutup pandangan dari arah sini. Jadi saat dibangun, bangunan tidak lebih tinggi daripada Welcome to Batam," tambahnya.

Sebagai informasi, lokasi seluas sekitar 2.700 meter persegi di kawasan dekat WTB itu akan dibangun tidak saja pertokoan, hotel, dan apartemen, namun juga akan dibangun Museum BJ Habibie.

Ikon Welcome to Batam saat malam hari
Ikon Welcome to Batam saat malam hari (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)


Rencana pembangunan keseluruhan properti tersebut akan memakan waktu yang tak singkat. Bisa mencapai 5 hingga 7 tahunan.

Direktur PT Barelang Jaya Mandiri Tjondro Yuwono memastikan, posisi apartemen sekitar 20 lantai serta hotel nantinya lebih ke pinggir, sehingga tidak menutupi landmark Welcome to Batam

"Kita agak ke pinggir, sehingga tak menutupi," ujar Tjondro Yuwono. 

Tanggapan Anggota Dewan

Anggota Komisi III DPRD Batam, Siti Nurlailah mengakui adanya kemungkinan landmark Welcome to Batam akan tertutup dari sisi tertentu dengan adanya pembangunan gedung tinggi di sekitarnya. 

"Kalau dengan sisi yang tegak lurus dengan hotel, ya ruang bebasnya akan berkurang," ujar Siti Nurlailah, Jumat (25/10/2024)

Fraksi Partai PKS itu menjelaskan bahwa meskipun akan ada area yang tertutup, masyarakat tetap dapat menikmati landmark dari beberapa sudut pandang. 

Ia mendapat informasi jika akan ada bangunan 20 lantai dekat Welcome To Batam itu.

Baca juga: Sekda Batam Tanggapi Ikon Welcome to Batam yang Terancam Hilang Tertutup Proyek

"Jelas akan tertutup pas pada sisi bangunannya. Yang selama ini masyarakat yang lewat pada sisi manapun bisa menikmati landmark kota Batam tersebut, bakal terhalang pada sisi tersebut dan itu konsekuensi dari pembangunan," tambahnya.

Ditanya mengenai langkah kedepannya, Siti menyebut bahwa saat ini belum ada regulasi yang mengatur agar landmark Welcome to Batam tetap terlihat dari berbagai sisi. 

Namun, ia menekankan pentingnya rencana ke depan. 

"Sejauh ini belum ada, tetapi saya pikir pemerintah sudah mempertimbangkan dengan seksama bahwa tidak akan tertutupi oleh bangunan lain selain sudah ada sekarang terutama sisi Masjid Raya,” kata Siti.

Ia menambahkan, perlu wacana ke depannya agar tidak ada lagi bangunan yang menutupi landmark kota Batam tersebut. 

"Dan perlu juga menjadi wacana kedepannya agar tidak ada lagi bangunan yang menutupi landmark Kota Batam tersebut. Semisal mungkin bisa dibuat perwako," paparnya. (*/tribunbatam.id)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved