Senin, 18 Mei 2026

BINTA TERKINI

Perempuan di Bintan Banyak jadi Penderita Kanker, Stres dan Konsumsi Gula Pemicunya

Penyakit kanker di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkat menjadi 80 orang, dominan kanker payudara

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
KADIS- Kadis Kesehatan Kabupaten Bintan, Retno Riswati 

TRIBUN BATAM.id, BINTAN  - Penyakit kanker di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkat menjadi 80 orang.

Angka ini meningkat dibanding di tahun 2023 yakni 75 orang.

Hal itu disampaikan oleh Kadis Kesehatan Bintan Retno Riswati. 

Menurutnya, jumlah penderita kanker di Bintan didominasi kaum perempuan yang mengalami kanker payudara sekitar 43 persen.

Sementara laki-laki juga bisa terkena kanker seperti paru-paru, prostat, kolon dan kanker hati.

Penyebab risiko kanker berasal dari faktor keturunan/hereditas, merokok atau paparan dari asap rokok, konsumsi alkohol, paparan ultraviolet gelombang radiasi elektromagnetik seperti Tv, HP maupun radio.

"Jarang beraktivitas fisik (olahraga), diet rendah serat, serta gaya seksual yang tidak sehat, juga memicu kanker," sebut Retno, Minggu  (10/11/2024).

Baca juga: Dispar Bintan Belum Capai Target 500 Ribu Kunjungan Wisman

Retno mengajak setiap orang harus melakukan pencegahan secara cerdik di antaranya, cek kesehatan secara teratur, hindari asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang seperti tinggi serat serta kurangi gula lemak.

Termasuk istrahat yang cukup dengan tidur 7 sampai 8 jam sehari, kelola stres dengan baik. 

"Stres itu pemicu kanker, dan gula adalah makanan kanker," kata dia.

Mengenai masalah itu, Pemkab Bintan telah melakukan berbagai upaya komunikasi informasi dan edukasi (KIE) dengan berbagai kelompok masyarakat di Bintan.

Di antaranya, melaksanakan seminar deteksi dini kanker leher rahim dengan melakukan pemeriksaan infeksi visual asam asetat (IVA).

Selanjutnya, deteksi dini kanker payudara melalui program Sadanis di Puskesmas, Polindes, pemeriksaan IVA secara mobil di Posyandu dan tempat-tempat kerja, skrining retinoblastoma untuk deteksi dini kanker mata di Puskesmas.

"Pokoknya masyarakat Bintan harus tetap jaga kesehatan. Mencegah lebih baik daripada mengobati," tuturnya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved