BINTA TERKINI
Perempuan di Bintan Banyak jadi Penderita Kanker, Stres dan Konsumsi Gula Pemicunya
Penyakit kanker di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkat menjadi 80 orang, dominan kanker payudara
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUN BATAM.id, BINTAN - Penyakit kanker di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkat menjadi 80 orang.
Angka ini meningkat dibanding di tahun 2023 yakni 75 orang.
Hal itu disampaikan oleh Kadis Kesehatan Bintan Retno Riswati.
Menurutnya, jumlah penderita kanker di Bintan didominasi kaum perempuan yang mengalami kanker payudara sekitar 43 persen.
Sementara laki-laki juga bisa terkena kanker seperti paru-paru, prostat, kolon dan kanker hati.
Penyebab risiko kanker berasal dari faktor keturunan/hereditas, merokok atau paparan dari asap rokok, konsumsi alkohol, paparan ultraviolet gelombang radiasi elektromagnetik seperti Tv, HP maupun radio.
"Jarang beraktivitas fisik (olahraga), diet rendah serat, serta gaya seksual yang tidak sehat, juga memicu kanker," sebut Retno, Minggu (10/11/2024).
Baca juga: Dispar Bintan Belum Capai Target 500 Ribu Kunjungan Wisman
Retno mengajak setiap orang harus melakukan pencegahan secara cerdik di antaranya, cek kesehatan secara teratur, hindari asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang seperti tinggi serat serta kurangi gula lemak.
Termasuk istrahat yang cukup dengan tidur 7 sampai 8 jam sehari, kelola stres dengan baik.
"Stres itu pemicu kanker, dan gula adalah makanan kanker," kata dia.
Mengenai masalah itu, Pemkab Bintan telah melakukan berbagai upaya komunikasi informasi dan edukasi (KIE) dengan berbagai kelompok masyarakat di Bintan.
Di antaranya, melaksanakan seminar deteksi dini kanker leher rahim dengan melakukan pemeriksaan infeksi visual asam asetat (IVA).
Selanjutnya, deteksi dini kanker payudara melalui program Sadanis di Puskesmas, Polindes, pemeriksaan IVA secara mobil di Posyandu dan tempat-tempat kerja, skrining retinoblastoma untuk deteksi dini kanker mata di Puskesmas.
"Pokoknya masyarakat Bintan harus tetap jaga kesehatan. Mencegah lebih baik daripada mengobati," tuturnya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).
| Raja Perusahaan Garmen Pernah Berjaya di Lobam Bintan, Kini Kawasan BIIE Sudah Beralih Fungsi |
|
|---|
| Kabar Baik Jelang Idulfitri 1446 Hijriah, Bupati Roby Akan Cairkan BLT Lansia dan TPP ASN Bintan |
|
|---|
| Kesultanan Bentan Darul Masyhur Anugerahkan Gelar Kebesaran dan Lantik Pembesar Negeri |
|
|---|
| Umat Katolik Bintan Awali Puasa dengan Misa Rabu Abu, Begini Makna Tanda Salib dari Abu di Dahi |
|
|---|
| Harga Kentang di Pasar Barek Motor Tembus Rp 22 Ribu, Disperindag Bintan Sebut Masih Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/DBD-Bintan.jpg)