Banjir Rob di Karimun
Banjir ROB di Karimun Rendam Pelabuhan Tanjung Batu, Warga Terpaksa Gulung Celana
Banjir rob di Karimun terjadi pada sejumlah wilayah, Selasa (17/12). Salah satunya di Pelabuhan Tanjung Batu dan ganggu aktivitas calon penumpang
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Banjir rob di Karimun melanda sejumlah wilayah pada Selasa (17/12/2024). Salah satunya di Pelabuhan Tanjung Batu.
Banjir rob ini cukup mengganggu aktivitas calon penumpang yang akan menyeberang di Pelabuhan Tanjung Batu.
Tak sedikit di antara calon penumpang yang menggulung celananya agar tidak kena genangan air, dampak banjir rob.
Fenomena alam ini kerap terjadi di akhir hingga awal tahun, dan merupakan hal biasa dihadapi warga yang tinggal di daerah pesisir laut Karimun.
Baca juga: Waspadai Banjir Rob di Karimun, BMKG: Diperkirakan Terjadi Siang hingga Malam Hari
Salah satu warga Tanjung Batu, Abdul Gani mengatakan, ketinggian air pada banjir rob kali ini sampai sebetis orang dewasa.
"Sekitar 20 centimeter ada juga lah. Ketinggian air mulai naik saat pasang sekitar pukul 10.00 - 11.00 WIB, biasanya makin tinggi," ujar Gani.
"Ini sudah jadi langganan setiap akhir tahun. Meski air tidak sampai masuk ke ruang tunggu pelabuhan, genangan di jalan masuk cukup tinggi, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada banjir rob di kawasan pesisir Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Forecaster BMKG Karimun, Annisa Suryani mengatakan, banjir rob diprediksi akan terjadi mulai 14-23 Desember 2024 mendatang.
"Diprediksi banjir rob terjadi pada siang hingga malam hari," ujar Annisa.
Ia menjelaskan, fenomena banjir rob terjadi karena fase bulan purnama dengan perige atau jarak terdekat bulan ke bumi.
"Pada dasarnya banjir rob ini terjadi karena kenaikan muka air laut, yang disebabkan oleh pasang surut air laut akibat gaya gravitasi bulan," katanya.
Baca juga: Peringatan BMKG Hang Nadim Soal Ancaman Banjir ROB di Wilayah Kepri pada 14 - 23 Desember
Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di sekitar wilayah pesisir.
"Hal ini dapat berdampak pada kegiatan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat, dan kegiatan bongkar muat," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.