Minggu, 12 April 2026

Longsor di Batam

Longsor di Seraya Batam Timbun Rumah dan Motor, Warga Keluhkan Penanganan Lambat

Longsor di Kampung Seraya Bawah Batam, puluhan motor hingga rumah tertimbun. Warga keluhkan lambatnya penanganan longsor dari pihak terkait

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Beres
LONGSOR - Lokasi longsor Kampung Seraya Bawah Batam. Ada puluhan motor tertimbun tanah longsor dalam bencana yang terjadi Senin (13/1/2025). Anggota DPRD Batam hingga Camat dan lurah turun cek lokasi, Senin (20/1/2025) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Selain di Tiban Koperasi, longsor di Batam pada Senin (13/1/2025) lalu juga menimpa warga yang tinggal di Kampung Seraya Bawah, Gang Masjid Nurul Ikhsan RT 06 RW 01, Kelurahan Seraya, Batam.

Akibat longsor di Batam itu, tujuh rumah dan 50 unit sepeda motor milik warga dilaporkan tertimbun tanah longsor.

Pantauan Tribunbatam.id di lokasi, Senin (20/1/2025), kondisi tanah longsor di Kampung Seraya Bawah tampak terjal. Tumpukan batu miring menimpa motor dan rumah warga tak kunjung dievakuasi. 

Warga mengeluh, sudah sepekan kondisi ini terjadi namun tak kunjung ada tindak lanjut penanganan dari pemerintah setempat. 

Baca juga: 19 KK Warga Tiban Koperasi Batam Mengungsi ke Rumah Kerabat, Hindari Longsor Susulan

Kini warga waswas. Mereka mengaku terancam jika nantinya ada longsor susulan hingga menghantam rumah warga lainnya. 

Di lokasi, sejumlah warga berupaya mengevakuasi motor masing-masing. Mereka bahu membahu menggeser batu besar yang menimpa motor.

Namun upaya mereka tak banyak membuahkan hasil, dikarenakan beban tanah cukup berat. Beberapa motor berhasil dievakuasi warga secara manual. 

Ketua RT 5 Kampung Seraya R Sembiring mengatakan, longsor di tempat tinggalnya itu terjadi pada Senin 13 Januari 2025. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan material tanah longsor menimbun rumah-rumah warga dan sepeda motor yang sedang terparkir di sekitar lokasi.

"Total ada tujuh rumah dan 50 motor yang pagi tertimpa tanah," ujarnya di lokasi. 

Namun sudah lebih dari seminggu sejak peristiwa tersebut, hingga kini belum ada tindakan konkret dari dinas terkait untuk memberikan bantuan atau penanganan yang diperlukan oleh warga yang terdampak.

"Belum ada sampai saat ini. Semua hanya datang meninjau, belum ada tindakan sama sekali," katanya. 

Pihaknya menaksir kerugian materil mencapai Rp500 juta.

"Total sampai Rp200 juta. Belum lagi rumah total mencapai Rp500 juta," katanya. 

Pihaknya berharap adanya langkah preventif untuk mengurangi risiko longsor, mengingat kawasan Kampung Seraya Bawah merupakan daerah rawan bencana longsor. 

Baca juga: Data Pemko Batam, Ada 21 Titik Longsor di Batam, Paling Parah di Tiban Koperasi

"Kalau bisa dibangun lagi batu miring. Karena dulu pernah juga terjadi longsor cuma ini yang paling parah," katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved