Senin, 4 Mei 2026

Penjual Minuman Segar di Anambas Pakai Botol Plastik Bekas, Dinkes Ingatkan Bahaya Kesehatan

Dinkes Anambas soroti penggunaan botol minuman bekas yang digunakan penjual minuman segar saat takjil Ramadan 1446 Hijriah.

Tayang:
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
TAKJIL DI ANAMBAS - Potret penggunaan botol plastik bekas untuk minuman segar yang ditemukan di Pasar Takjil Anambas, (11/3/2025). Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Anambas mengingatkan akan bahaya kesehatan. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Penjualan minuman segar di Pasar Takjil Kabupaten Anambas ditemukan menggunakan botol plastik bekas.

Pantauan TribunBatam.id, hampir sejumlah lapak takjil menjajakan minuman segar seperti air tahu, kelapa dan sirup memakai wadah tersebut.

Saat digunakan, kemasan nama merek botol mineral bekas itu dicopot sehingga minuman ringan yang dijajakan terlihat jelas.

Staf Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan PPKB) Anambas, Sofiani Srilagogo mengatakan, penggunaan botol plastik bekas untuk minuman segar masih banyak pihaknya jumpai saat melakukan pengecekan takjil.

"Ada beberapa di lapak pedagang yang kami temui. Seperti minuman kelapa, sirup dan air tahu pakai botol plastik bekas," ucapnya, Selasa (11/3/2025).

Baca juga: Safari Ramadan Wakil Bupati Anambas di Palmatak, Raja Bayu Ajak Warga Bangun Daerah

Penggunaan botol plastik bekas ini, sambung Sofi, bukanlah kali pertama saja dijumpai saat penjualan takjil.

Namun di hari biasa pun, sudah marak dan lumrah digunakan oleh pedagang baik di warung kopi maupun saat kapal penumpang reguler singgah di pelabuhan.

Menurutnya, maraknya penggunaan botol plastik bekas ini karena pedagang belum mengetahui dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Juga dengan wadah yang mudah dijumpai ini membuat pengeluaran lebih murah dan praktis.

"Padahal botol plastik hanya untuk sekali pemakaian, tidak boleh lagi digunakan berkali-kali karena berbahaya bagi kesehatan," terangnya.

Baca juga: Sisa 4 Calon Jemaah Haji Anambas 2025 yang Belum Melunasi Bipih dari 13 Kuota Reguler

Penggunaan botol plastik bekas dijelaskannya, dapat menyebabkan kontaminasi bakteri yang membuat pengguna keracunan seperti mual, muntah, dan diare.

"Terlebih buat ibu hamil dan janin ini juga beresiko termasuk berpotensi pertunbuhan sel kanker terutama pada wanita," ungkap Sofi.

Ia mengungkapkan, dari informasi yang diterimanya, botol plastik bekas ini didapati pedagang dari penampung barang bekas dan sisa minuman dari kapal Pelni yang singgah di Anambas.

"Kami dapat infonya begitu. Sekali beli sampai berkarung-karung besar. Nah ini yang kita tidak tahu seperti apa pola pembersihannya. Dan lagi pula botol plastik mineral ini hanya untuk sekali pakai," tuturnya.

Pihaknya pun telah menyarankan kepada pedagang untuk tidak lagi menggunakan botol bekas sebagai wadah pengisian minuman yang dijual.

Baca juga: Takjil Ramadan di Anambas Kena Uji Sampel, Dinkes Pastikan Bebas Zat Berbahaya

"Baiknya mereka beli botol baru, saya lihat ada juga yang pakai seperti itu saat sidak kemarin. Dengan begitu kan lebih terjamin kebersihannya," ujar Sofi. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved