DEMO MAHASISWA DI TANJUNGPINANG

Boneka Pocong Mini Jadi Simbol Kritik di Aksi Aliansi Cipayung Plus Depan DPRD Kepri

Boneka pocong mini jadi ikon dalam aksi tolak UU TNI yang digelar oleh Aliansi Cipayung Plus Tanjungpinang-Bintan di depan Gedung DPRD Kepri

Penulis: Yuki Vegoeista | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Yuki Vegoeista
DEMO MAHASISWA - Boneka pocong dan spanduk aksi terpampang pada aksi tolak UU TNI yang digelar di depan Kantor DPRD Provinsi Kepri, Senin (24/3/2025) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id – Sebuah boneka pocong mini menjadi ikon dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Cipayung Plus Tanjungpinang-Bintan di depan Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (24/3/2025).

Aksi yang berlangsung dengan penuh semangat ini menampilkan simbol perlawanan dalam bentuk boneka pocong bertuliskan Mati Ditembak TNI, sebagai pengingat atas sejarah kelam bangsa.

PJ Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan, Tomi Suryadi, mengatakan boneka pocong tersebut merupakan simbol refleksi atas perjuangan rakyat yang gugur di tangan militer pada masa lalu.

"Agar wakil rakyat itu sadar bahwa kita tidak mau terulang kembali sejarah kelam dwi fungsi ABRI pada masa Orde Baru," ujar Tomi.

Baca juga: Empat Poin Tuntutan Mahasiswa saat Demo Tolak Revisi UU TNI di Kantor DPRD Kepri

Massa aksi pun mengangkat boneka pocong itu tinggi-tinggi, memperlihatkannya kepada anggota dewan dan aparat kepolisian yang berjaga. 

Boneka tersebut memiliki gambar mata berwarna merah dan tulisan hitam tebal, sebagai bentuk ekspresi kritis mahasiswa terhadap kondisi politik dan pemerintahan saat ini.

Tak hanya boneka pocong, demonstran juga membawa berbagai spanduk dan karton yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah, menambah nuansa tegas dalam aksi tersebut. 

Ketua GMNI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Gabriel Renaldi Hutahuruk, menyatakan simbol ini bertujuan untuk menyadarkan para pemimpin, mereka telah mengkhianati tuntutan reformasi.

Aksi Aliansi Cipayung Plus ini menjadi salah satu bentuk aspirasi mahasiswa yang menegaskan, perjuangan reformasi belum selesai dan masih perlu dikawal demi keadilan dan demokrasi di Indonesia.

(TribunBatam.id/Yuki Vegoeista)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved