Kamis, 16 April 2026

Tangis Umat Katolik Batam Pecah saat Visualisasi Jalan Salib di Gereja MBPA Sagulung

Remaja Orang Muda Katolik Paroki MBPA Batam tampilkan tablo sengsara Kristus dengan totalitas mulai dijatuhi hukuman mati hingga wafat di kayu salib

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
JALAN SALIB - Tablo Jalan Salib saat peringatan Jumat Agung di Gereja Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA), Sagulung, Batam, Jumat (18/4/2025), diwarnai derai air mata. Visualisasi Yesus saat memanggul kayu salib dan berjumpa dengan ibu-Nya (Bunda Maria) di Perhentian 4 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pagi itu, langit Sagulung, Kota Batam, tampak cerah pada Jumat (18/4/2025).

Namun ada kesenduan yang menggantung di udara. Seolah ikut merasakan duka mendalam yang menyelimuti ratusan bahkan lebih umat Katolik di Kecamatan Sagulung.

Mereka berdiri hening di pelataran Gereja Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA), Paroki Batuaji, Batam, menanti prosesi sakral yang akan membawa mereka menyusuri jejak penderitaan Yesus dalam Jalan Salib.

Tangis pelan terdengar di beberapa sudut. Bukan hanya karena duka, tetapi karena cinta yang dalam terhadap pengorbanan Sang Juruselamat. 

Baca juga: 16 Ucapan Jumat Agung 2025, Bisa Diucapkan Umat Islam Untuk Non Islam

Prosesi dimulai dengan iringan lagu-lagu rohani, mengantar langkah-langkah menuju 14 Perhentian Jalan Salib. 

Di tiap perhentian, para remaja Orang Muda Katolik (OMK) Paroki MBPA menampilkan tablo sengsara Kristus dengan totalitas penghayatan. 

Mereka memerankan kisah dari Yesus dijatuhi hukuman mati hingga dimakamkan, menyajikan gambaran nyata penderitaan Yesus di hadapan umat.

Namun ada momen-momen tertentu yang membuat dada umat terasa sesak.

Ketika Yesus dicambuk dan didera, saat ia jatuh untuk ketiga kalinya karena tubuh-Nya yang tak kuat lagi menahan berat Salib dan siksaan.

 

Tablo 1804
Rangkaian Jalan Salib saat Yesus dicambuk dan didera setelah dijatuhi hukuman mati.

 

Pun terutama ketika ia berjumpa dengan Bunda Maria sebuah pertemuan yang begitu menyayat. 

Banyak yang menunduk, meneteskan air mata, membayangkan luka yang dirasakan seorang ibu melihat anaknya tersiksa.

Baca juga: Perayaan Jumat Agung di Gereja St Yoseph Kawal, Romo Pramodo Ajak Umat Saling Melayani

Tak hanya itu, suasana makin khidmat dan sendu saat memasuki perhentian di kayu Salib.

 

Tablo 1804 1
Rangkaian Jalan Salib, potret saat Yesus disalibkan
Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved