Demam Berdarah di Karimun
DBD di Karimun Makan Korban Lagi, Remaja 15 Tahun Meninggal Usai 3 Hari Dirawat di RS
DBD kembali merenggut korban jiwa di Kabupaten Karimun, Kepri. Kali ini seorang remaja 15 tahun meninggal setelah dirawat di RSUD Muhamad Sani
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggut korban jiwa di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kali ini seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun, warga Kapling, Kecamatan Tebing, Karimun, meninggal dunia setelah terinfeksi serangan nyamuk Aedes aegypti.
Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Dedi Abrianto mengatakan, korban sempat menjalani perawatan intensif sebelum dinyatakan meninggal dunia, pada Senin malam 21 April 2025 sekira pukul 19.10 WIB.
"Pasien laki-laki tersebut dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya, kondisi pasien memang terus memburuk dan sempat memerlukan transfusi darah," ujar Dedi, Selasa (22/4/2025).
Baca juga: DBD Makan Korban di Karimun Kepri, Bocah 10 Tahun Asal Buru Meninggal Dunia
Diketahui, korban dirawat di RSUD Muhammad Sani selama tiga hari sejak Sabtu, 19 April 2025.
"Kondisi saat menjalani perawatan sudah memburuk. Sehingga penanganan terhadap pasien juga ekstra," ujarnya.
Saat ini, Dedi menyebut ada dua pasien yang mengalami kasus serupa di rumah sakit pelat merah itu. Mereka merupakan pasien asal Kecamatan Kundur dan Kecamatan Karimun.
"Sekarang masih ada dua pasien DBD juga, tetapi kondisinya sudah stabil," katanya.
Dedi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala demam terutama pada anak-anak dan remaja.
Selain itu, pentingnya masyarakat Karimun menjaga kebersihan lingkungan dengan memberantas sarang nyamuk.
"Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami demam. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi menyebutkan kedua pasien yang meninggal akibat DBD datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah kritis.
"Hari ini satu korban berasal dari Kecamatan Tebing, kemarin Kecamatan Buru. Dengan demikian dalam dua hari ini telah tercatat dua korban meninggal akibat DBD," kata Rachmadi.
"Faktanya mereka datang ke RSUD dengan kondisi yang sudah kritis. Kami sangat berharap tidak ada lagi korban jiwa setelah ini," harapnya.
Baca juga: DBD di Karimun, Wakil Bupati Minta Dinkes Lakukan Fogging di Titik Rawan Penyebaran Kasus
Rachmadi meminta masyarakat untuk ikut bekerja sama menekan kasus DBD. Sebab pencegahan DBD saat ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
"Peran aktif masyarakat sangat penting, terutama melalui kegiatan gotong royong dalam membersihkan lingkungan dan tempat berkembang biaknya nyamuk," pesannya.
"Jangan anggap enteng jika mengalami demam, segera bawa ke puskesmas, klinik atau rumah sakit. Jangan tunggu kritis," tutupnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.