Demam Berdarah di Karimun

DBD Makan Korban di Karimun Kepri, Bocah 10 Tahun Asal Buru Meninggal Dunia

Bocah laki-laki berusia 10 tahun asal Tanjungbatu kecil, Kecamatan Buru, Karimun, Kepri meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID
DBD DI KARIMUN - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi. Dinkes benarkan ada seorang bocah 10 tahun asal Tanjungbatu kecil, Buru, Karimun meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, Senin (21/4/2025).

Rachmadi menyampaikan korban merupakan warga Tanjungbatu kecil, Kecamatan Buru. Diketahui korban memiliki riwayat perjalanan ke Pulau Karimun Besar.

"Korban kerap bepergian ke Pulau Karimun Bar. Berdasarkan penelusuran, kemungkinan besar korban terjangkit mengingat di Tanjungbatu kecil belum ditemukan kasus DBD sebelumnya," ujar Rachmadi.

Baca juga: Kasus DBD Awal Tahun 2025 Cenderung Menurun

Ia melanjutkan, korban dirawat di RSUD Muhammad Sani sejak Kamis, 17 April 2025.

Namun, setelah menjalani perawatan selama tiga hari, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Dugaan korban meninggal karena terlambat mendapat penanganan medis.

"Orang tua korban terlambat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan. Akibatnya, penanganan tidak bisa dilakukan secara maksimal," ujarnya.

Pasien DBD meninggal dunia ini merupakan kasus pertama di Karimun sepanjang 2025. 

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Karimun akan melakukan penyebaran bubuk abate untuk menekan risiko penyebaran DBD, khususnya di daerah yang terindikasi rawan.

Secara umum, kasus DBD di Karimun tahun ini menunjukkan tren penurunan dengan puncaknya terjadi pada Januari 2025.

"Namun kami tetap waspada dan akan melakukan tindakan pencegahan, salah satunya melalui penebaran abate," ujarnya.

Disinggung mengenai fogging, Rachmadi mengaku Dinas Kesehatan terkendala anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca juga: Dinkes Catat 11 Kasus Baru DBD di Batam Awal Maret 2025, Total 137 Kasus dari Januari

"Untuk fogging, masih kami upayakan karena terkendala pada anggaran BBM," tambahnya.

Bahkan pihaknya juga sudah menyurati SPBU untuk permintaan sistem cashbon, namun hingga kini belum mendapat respons positif.

"SPBU hanya menerima pembayaran tunai, sementara kita belum punya anggaran untuk itu," tutupnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved