Demam Berdarah di Karimun

DBD di Karimun, Wakil Bupati Minta Dinkes Lakukan Fogging di Titik Rawan Penyebaran Kasus

Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole menanggapi seorang bocah 10 tahun meninggal akibat terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
Yeni Hartati
DBD DI KARIMUN - Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole meminta Dinas Kesehatan segera melakukan fogging sikapi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang makan korban bocah 10 tahun. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole menanggapi kasus seorang bocah 10 tahun meninggal dunia akibat terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD).

Rocky mengatakan kasus DBD di Karimun dapat diatasi dengan kerja sama atau sinergi seluruh elemen, antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas, termasuk masyarakat Karimun.

"Insha Allah DBD masih bisa kita atasi. Apalagi kalau dilihat potret tahun lalu dibanding tahun ini angkanya masih tinggi di tahun lalu," ujar Rocky, Senin (21/4/2025).

Disinggung mengenai anggaran fogging yang tidak tersedia, bahkan tidak mendapatkan respons oleh pihak SPBU untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, ia memberikan tanggapannya.

Baca juga: DBD Makan Korban di Karimun Kepri, Bocah 10 Tahun Asal Buru Meninggal Dunia

Menurut Rocky, tidak hanya Dinas Kesehatan yang mengalami kondisi defisit anggaran operasional. Kondisi serupa juga dialami oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kalau berbicara anggaran, saat ini semua sektor memang sangat menyedihkan dan memilukan. Alasan Tunda Bayar (TB) yang sempat terjadi itu juga mungkin menjadi pertimbangan mereka (SPBU-red)," katanya.

Meskipun begitu, Rocky menyebut pihaknya telah melakukan fogging untuk kawasan titik rawan penyebaran kasus DBD di Kabupaten Karimun.

"Kita sudah arahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging mulai kemarin sore. Totalnya ada delapan titik kawasan yang akan di-fogging terindikasi kasus," ujarnya.

Rocky mengaku petugas di lapangan juga mengalami kendala teknis saat melakukan fogging. Hal ini terjadi lantaran masyarakat enggan untuk dilakukan fogging.

"Intinya mereka sudah diarahkan turun melakukan fogging, Insha Allah dalam beberapa hari ini mereka selesai," tutupnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved