Jumat, 1 Mei 2026

Kisah Penyintas Kanker Payudara, Quek Choon Yen Berbagi Kisah Berjuang Melawan Kanker

Quek Choon Yen membagikan semangat, harapan, dan inspirasi dari diagnosis tak terduga hingga bangkit menjadi penyintas kanker payudara.

Tayang:
Istimewa untuk Tribun Batam
MALAYSIA - Quek Choon Yen, pemasaran wisata kesehatan berobat ke rumah sakit yang terkenal di Malaysia, Mahkota Medical Melaka dan Regency Specialist Hospital Johor Bahru saat jalani pengobatan. Ia berbagi kisahnya berjuang melawan kanker payudara. 

Efek sampingnya luar biasa. Rambut rontok, badan lelah sekali, tidak lalu makan dan kadang kehilangan semangat.

Tapi saya terus berusaha kuat, karena saya tahu saya tidak sendiri.

 

Dengan senyum penuh arti, Quek Choon Yen melangkah percaya diri — simbol kekuatan, harapan, dan awal baru setelah melawan kanker.
Dengan senyum penuh arti, Quek Choon Yen melangkah percaya diri — simbol kekuatan, harapan, dan awal baru setelah melawan kanker. (ist.)

 

Di tengah badai, ada cahaya. 

Keluarga, sahabat di Malaysia dan juga Indonesia, rekan kerja, dan bahkan atasan di kantor, semuanya menjadi sistem pendukung yang tidak tergantikan.

Keluarga saya, adik-beradik, rakan kerja, boss saya (Ms Chin, Mr Stanley, Ms Serena, Ms Teo, Ms Irenne) mereka semua sangat mendukung.

Mereka mengerti kondisi saya, dan tim kerja bahkan mengambil alih tugas-tugas saya sepenuhnya. Itu sangat berarti.

Saya sangat berterima kasih kepada tim dokter saya yang mengecek dengan sangat teliti dan tim perawatan saya di Mahkota Medical Centre Melaka yang sangat pengalaman.

Langkah demi Langkah saya telah melalui proses pemulihan yang mengambil waktu 7 bulan. 

Baca juga: Alesha Bocah 7 Tahun Asal Karimun Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Kanker Otak

Perjalanan melawan kanker bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Setiap momen dijalani dengan harapan dan rasa syukur yang terus dipelajari hari demi hari.

Saya jadi lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup. Lebih dekat dengan keluarga. Lebih sadar betapa berharganya kesehatan.

Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa hidup tidak pernah bisa ditebak.

Namun, di tengah ketidakpastian, selalu ada pilihan: untuk berjuang, untuk bersyukur, dan untuk tetap percaya bahwa harapan itu nyata.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved