PENIMBUNAN SUNGAI DI BALOI

Polda Kepri Akan Hadirkan Ahli Pidana Lingkungan UI terkait Penimbunan Sungai Baloi Batam

Polda Kepri akan datangkan ahli pidana lingkungan UI untuk dimintai keterangan terkait dugaan kerusakan lingkungan dari penimbunan sungai Baloi Batam

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Beres
BERI KETERANGAN - Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul Aini beri keterangan terkait penimbunan sungai di Baloi Batam. Dalam minggu ini, polisi akan datangkan ahli pidana lingkungan UI 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polemik penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) dekat Perumahan Baloi Permata, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam masih bergulir di Polda Kepri.

Setelah lebih dari sebulan, polisi masih terus mendalami peran dan keterlibatan sejumlah pihak. 

Bahkan, dalam waktu dekat Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri akan mendatangkan saksi ahli lingkungan. 

"Masih proses penyelidikan, kita masih mendalami, Minggu ini rencana kita hadirkan ahli pidana lingkungan dari Jakarta, dari kampus UI," ujar Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul Aini, Rabu (7/5/2025). 

Baca juga: Hujan Deras Guyur Batam, Warga Kezia Waswas Banjir Dampak Penimbunan Sungai di Baloi

Setelah ahli lingkungan, lanjut dia, hasilnya akan digelarkan untuk menentukan tahap berikutnya, apakah bisa naik ke proses penyidikan atau tidak. 

Dikatakannya, untuk tahap penyelidikan bukti dan saksi sudah cukup. Ada puluhan saksi yang telah diperiksa, termasuk anggota DPRD Kepri, Lik Khai.

Diakuinya, jika kasus naik ke tahap sidik, maka Lik Khai juga akan kembali diperiksa. 

"Sejauh ini, sudah lebih dari 20 saksi yang telah kita periksa. Untuk tahap penyelidikan sementara cukup, tingga kita menunggu hasil gelar, kalau nanti naik ke tahap sidik para saksi itu akan kita panggil kembali," ungkapnya. 

Sebelumnya, kasus penimbunan DAS Baloi Permata sempat menyita perhatian publik.

Baca juga: Breaking News, Polda Kepri Periksa Anggota DPRD Kepri Lik Khai Terkait Penimbunan Sungai di Baloi

Polemik ini menjadi sorotan masyarakat luas, apalagi dalam kasus ini DAS ditimbun menggunakan alat berat pemerintah.

Imbas penimbunan ini menyebabkan sejumlah permukiman di sekitar lokasi terendam banjir saat hujan deras guyur Batam. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved