Selasa, 19 Mei 2026

Banjir di Batam

Janji Dinas Bina Marga Batam Lebarkan Drainase Tepi Jalan Letjend Suprapto: Kami Segera Tinjau

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Batam, Suhar berjanji melebarkan saluran pembuangan air di tepi Jalan Letjend Suprapto.

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
BANJIR DI BATAM - Keberadaan drainase di tepi Jalan Letjend Suprapto, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (18/5/2025). Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air berjanji meninjau ulang saluran air di sana yang airnya nyaris meluap saat hujan deras sebentar. 

Selain itu banjir juga disebabkan banyaknya sampah yang terbawa air yang membuat aliran air tersumbat.

Baca juga: Breaking News, Banjir di Batam Hari Ini Terjadi di Sejumlah Lokasi Termasuk Batam Center

Sementara kolam olakan air yang ada di dekat Jalan Letjend Suprapto juga sangat kecil.

Sehingga tidak mampu menampung air hujan sementara sebelum mengalir ke wilayah Sagulung.

Aldi warga Masyeba mengatakan banjir yang terjadi di jalan Pahlawan dan juga R Suprapto dikarenakan kecilnya gorong-gorong pembuangan air ke Sagulung yang ada di bawah jalan itu.

Di jalan Letjend Suprapto itu hanya ada dua gorong-gorong, sementara air yang mengalir ke saluran induk di jalan Pahlawan terdiri dari beberapa perumahan di kelurahan Bukit tempayan.

Air yang mengalir ke Saluran induk di jalan Pahlawan mulai dari RSUD Embung Fatimah, Perumahan Masyeba, sebagian Perumahan Puskopkar.

Kemudian Perumahan Sierra dan ada banyak perumahan lain lagi sampai ke Simpang Tobing.

Baca juga: Nasib Warga Kena Banjir di Batam Gegara Saluran Induk Drainase Kena Timbun

"Jadi gorong-gorongnya sangat kecil, makanya setiap kali hujan deras turun jalan R Suprapto pasti Banjir," kata Aldi.

Selain itu sebelumnya di depan perumahan Sierra ada daerah resapan air, tapi saat ini sudah berubah menjadi perumahan dan resapan air sudah ditimbun.

"Makanya setiap kali hujan deras turun pasti banjir," ujarnya.

Selain Aldi, Maringan warga Mitra Mall Sierra juga mengatakan komplek mereka selama ini rawan banjir karena kondisinya lebih rendah dibanding perumahan lain.

Banjir di komplek Sierra diperparah dengan penimbunan resapan air yang ada di lokasi.

"Dulu masih ada resapan air sekarang sudah rata semua, dan sudah berubah fungsi jadi perumahan," kata Maringan.

Maringan berharap pemerintah Kota Batam, jangan hanya memikirkan pembangunan tetapi memikirkan juga dampak dan efek yang akan ditimbulkan ke depan.

"Kalau saluran Drainase tidak diperbaiki lama-lama kota Batam ini akan jadi kota Banjir, sekarang saja sudah mulai terjadi, dimana-mana setiap hujan deras turun pasti banjir," tutupnya. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved