Taksi Online Tertabrak Kereta Api di Surabaya, Penumpang Selamat, Begini Kronologinya

Syukurnya, 3 penumpang dalam taksi online bisa menyelamatkan diri, saat mobil tiba-tiba alami mati mesin ketika melewati rel kereta api di Surabaya

Editor: Dewi Haryati
Luhur Pambudi/TribunJatim.com
TERTABRAK KERETA API - Kondisi Mobil Suzuki Ertiga bernopol L-1748-HY alami ringsek pada bodi bagian belakang sisi kiri, setelah tertabrak Kereta Api (KA) Turangga, Rute Surabaya-Bandung, di Perlintasan Double Track Jalan Kalibokor, Gubeng, Surabaya, sekitar pukul 19.30 WIB, pada Sabtu (7/6/2025) 

Itulah mengapa dirinya berani bermanuver melajukan mobil melintasi dua jalur rel KA tersebut. 

"Belum nutup (palangnya), saya lihat belum menutup, makanya saya lewat. Kalau menutup separuh aja, saya berhenti mas. Saya enggak pernah menerabas, saya enggak mau, ngapain, risiko, saya juga bawa penumpang," katanya. 

Nah, saat moncong mobilnya sudah berhasil melewati rel yang pertama adalah rel sisi barat, mendadak nyala mesin mobilnya mati. 

Liem Hong meminta para penumpangnya keluar dari mobil, dan dirinya berusaha mendorong mobilnya agar dapat melintasi rel tersebut. Namun, tetap tidak bisa. 

Bahkan, ia sempat dibantu oleh pemotor lain yang bersimpati dengan kondisi genting di tersebut. Namun, tetap saja, mobilnya tetap tak bergerak. 

Mengingat, laju KA dari arah utara ke selatan kian mendekat, Liem Hong memilih pergi menjauh dari mobil. Dan, brakk, bodi belakang sisi kiri mobilnya ringsek. 

"Karena posisinya saya, mau tinggal maju sedikit. Sudah melewati, tinggal pantat mobil aja yang kena. Dibantu dorong sama mas ini (nico). Saya minta tolong ke warga enggak ada yang berani, cuma mas ini aja yang berani. Dimajukan dikit," pungkasnya. 

Baca juga: Kecelakaan Mudik Lebaran, Tabrakan Kereta Api dengan Sigra 4 Orang Tewas

Sementara itu, petugas penjaga perlintasan Satriya Medi (28), menegaskan jika dirinya sudah menjalankan mekanisme penutupan palang perlintasan KA di lokasi tersebut, sesuai standar operasinal prosedur (SOP) dan jadwal yang sudah diatur oleh pihak pimpinan. 

Sehingga, dirinya menampik tatkala disudutkan oleh pihak lain yang menyebutkan kondisi palang perlintasan tersebut belum tertutup sesuai peraturan. 

"(Sudah tertutup sesuai SOP) Iya sudah sesuai. (Soal klaim dari sopir kalau palang belum menutup) Itu keliru pak," ujar Satriya. 

Cerita Saksi

Detik-detik sebelum kecelakaan terjadi, Lim Hong Hwi tetap berusaha mendorong mobilnya bahkan dibantu Nico Wahyu (34), seorang pemotor yang melintas.

Namun tetap saja, mobil tersebut tak bisa didorong maju atau mundur.

Aneh memang, sebelum Nico membantu mendorong bodi mobil tersebut, ia sempat berupaya memastikan kondisi mesin mobil tetap dalam keadaan normal.

Saat melongok ke ruang kabin yang ditinggalkan Lim Hong Hwi, kondisi kunci kontak dalam keadaan menyala 'on'. Namun, mesin tidak menyala seperti sediakala.

"Itu posisi mobil sudah di atas. Bannya itu di rel kedua. Palangnya itu belum nutup. Mobil baru di tengah, baru palang menutup. Dan saya itu mau maju dan mundurkan. Posisi mesin mati. Kontak mobil on, tapi mesin mati. Saya sudah bantu starter tetap gak bisa," ungkap Nico saat ditemui SURYA.co.id di lokasi.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved