Natuna Krisis Air Bersih, Perumda Terapkan Distribusi Air Bergilir Mulai Hari Ini
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Natuna mulai menerapkan sistem distribusi air bersih secara bergilir mulai Rabu (18/6) ini
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Warga Ranai dan sekitarnya di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini mulai merasakan dampak krisis air akibat musim kemarau.
Pasalnya, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Natuna mulai menerapkan sistem distribusi air bersih secara bergilir, Rabu (18/6/2025).
Kebijakan ini diambil menyusul turunnya kapasitas produksi air baku dari dua sumber utama, yaitu reservoir Sebayar dan Ranai Darat, yang mengalami penyusutan akibat cuaca kering beberapa hari terakhir.
Direktur Perumda Tirta Nusa, Zaharudin mengatakan, sistem pembagian distribusi dilakukan untuk memastikan air tetap bisa menjangkau semua pelanggan.
Baca juga: NATUNA Krisis Air Bersih, Bupati Targetkan Embung Sebayar Berfungsi Sebelum Pemilu 2024
“Sudah beberapa hari terakhir kita mengalami kemarau, dan ini terjadi setiap tahunnya. Karena air baku di Natuna ini sangat bergantung dengan curah hujan,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Rabu siang.
Sebagai solusi, Perumda memberlakukan pola 48 jam mengalir, 48 jam mati, atau dua hari air mengalir dan dua hari berikutnya tidak mengalir.
Sistem ini dibagi dalam dua kelompok wilayah, dengan Kelompok I akan mendapat giliran air mengalir dari tanggal 18 hingga 20 Juni 2025, mulai pukul 07.00 WIB
Lokasi terdampak meliputi Jalan Sudirman, Jalan Datuk Kaya Moh Benteng, Soekarno Hatta, Pramuka Bawah, Jemengan Batu Hitam, BM Yasin, Sual Atas , Batu Ampar Atas, Samau, Batu Lemang, Mahligai, dan SP Ahok.
Sementara, kelompok II akan bergantian mendapat aliran air pada 20 hingga 22 Juni 2025, mulai pukul 07.00 WIB.
Mencakup Jalan Sihotang Gang Rambutan, Air Lebai, Bakti, Kemunting, Jalan Hangtuah, Tegul Laksmana, Air Kolek, Air Tawar, Sepakat, Hamzah Yasin, Yos Sudarso, Sekolah Man, Pramuka Atas, Perum Pemda, Perum Dewan, Puang, dan Komplek Masjid Agung.
Sistem ini juga berlaku untuk wilayah Batu Gajah hingga Cemaga, dengan jadwal yang sama.
"Langkah ini perlu diambil agar seluruh pelanggan bisa tetap mendapatkan air secara bergiliran di tengah keterbatasan sumber daya,” tambah Zaharudin.
Baca juga: PDAM Tirta Lingga Harapkan Hujan Atasi Krisis Air Bersih
Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapan besar pada Embung Sebayar yang sudah dibangun dan hanya tinggal menunggu penyelesaian fasilitas pipa transmisi untuk bisa dioperasikan penuh.
“Embung Sebayar sudah dibangun. Harapan kita, pipa transmisinya bisa segera dipasang agar dapat memperkuat distribusi air, terutama saat krisis seperti ini,” katanya.
Perumda juga mengimbau masyarakat agar menyediakan tempat penampungan air secukupnya, dan mengatur pemakaian air untuk kebutuhan penting selama kondisi ini.
| Rekonstruksi di Kapal Sabuk Nusantara, Polisi Natuna Cari Jejak Emas yang Dibawa Kabur DS |
|
|---|
| Polisi Tetapkan Tersangka Baru Kasus Toko Emas Anggota DPRD di Natuna Dibobol Maling |
|
|---|
| Harga Emas Perhiasan di Natuna Hari Ini Minggu 12 April 2026, Emas 24Karat Rp2,7 Juta per Gram |
|
|---|
| Imigrasi Ranai Deportasi 2 WN Malaysia dari Natuna, Kedapatan Kerja Tanpa Izin di Selat Lampa |
|
|---|
| Jadwal KM Sabuk Nusantara 110 Lintasi Natuna, Periode Tanggal 16 - 27 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/DISTRIBUSI-BERGILIR.jpg)