Jumat, 17 April 2026

KASUS MUTILASI DI PADANG PARIAMAN

Tebakan Dukun Benar Siska Oktavia di Sembunyikan di Rumah Satria, Walau Digeledah Tapi Tak Ketemu

Keluarga Siska Oktavia ternyata sempat menggeledah rumah pelaku pembunuhan berantai Satria Johanda, lima hari setelah korban dinyatakan hilang pada 12

Editor: Eko Setiawan
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
PEMBUNUHAN BERANTAI : Suasana sesaat setelah selesai proses pembongkaran TKP penguburan jenazah dua orang wanita di Pasar Usang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (19/6/2025). Dua orang wanita tersebut diduga menjadi korban pembunuhan oleh pelaku mutilasi di Padang Pariaman. 

TRIBUNBATAM.id, PADANG PARIAMAN – Pada saat Siska Oktavia dinyatakan hilang, ternyata keluarga sempat melakukan pencarian hingga bertanya kepada orang pintar (Dukun).

Bahkan setelah lima hari korban dinyatakan hilang, hasil dari penglihatan orang pintar tersebut menyatakan kalau korban ada berada di rumah Satria Johanda (25) pelaku pembunuhan berantai di Padang Pariaman.

Karena pandai bersandiwara, penggeledahan tersebut tidak berhasil ditemukan.

Keluarga Siska Oktavia ternyata sempat menggeledah rumah pelaku pembunuhan berantai Satria Johanda, lima hari setelah korban dinyatakan hilang pada 12 Januari 2024.

Ironisnya, dalam penggeledahan itu, Satria Johanda sendiri yang menunjukkan lokasi dapur dan sumur tua tempat jenazah Siska akhirnya ditemukan.

Hal ini disampaikan oleh kakak sepupu korban, Randa Yulianda (29), saat ditemui di rumah duka pada Kamis (19/6/2025) sore.

Menurut Randa, lima hari setelah Siska dinyatakan hilang, pihak keluarga sudah melakukan penggeledahan di rumah Satria Johanda yang belakangan diketahui menjadi tempat korban dikuburkan.

“Lima hari setelah Siska hilang, kami melakukan penggeledahan ke rumah pelaku. Saat itu kami membawa pelaku dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Namun, saat digeledah, kami tidak menemukan keberadaan Siska,” ujar Randa kepada TribunPadang.com.

Kecurigaan keluarga terhadap Satria Johanda bermula dari hasil pencarian informasi melalui orang pintar (dukun).

 Dari penuturan orang pintar tersebut, Siska disebut-sebut disembunyikan oleh pelaku di rumahnya.

“Orang pintar itu bilang, ‘Temui pacarnya, Siska, di rumahnya.’ Dari situlah kami datangi rumah SJ pada tengah malam. Waktu itu memang kami sudah curiga. Tapi saat kami geledah kamarnya dan beberapa sudut rumah, Siska tidak ditemukan,” jelas Randa.

Meski sudah curiga, keluarga tidak bisa leluasa melakukan penggeledahan karena saat itu ibu pelaku terus menangis saat mereka datang.

“Saat itu ibunya menangis terus. Kami juga jadi tidak enak, karena penggeledahan dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari,” tambahnya.

Randa menyebut kecurigaan keluarga  menghilang karena Satria Johanda pandai bersandiwara dan mampu mengelabui orang-orang di sekitarnya.

“Pelaku ini pandai bersandiwara. Raut wajahnya bisa berubah, seolah-olah bukan dia pelakunya. Bahkan waktu kami mau geledah rumahnya, dia sangat semangat dan bilang, ‘cepatlah, bang, pergi sama saya. Biar saya yang tunjukkan rumah saya itu’,” kata Randa menirukan ucapan Satria Johanda.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved