Selasa, 2 Juni 2026

KASUS MUTILASI DI PADANG PARIAMAN

Tebakan Dukun Benar Siska Oktavia di Sembunyikan di Rumah Satria, Walau Digeledah Tapi Tak Ketemu

Keluarga Siska Oktavia ternyata sempat menggeledah rumah pelaku pembunuhan berantai Satria Johanda, lima hari setelah korban dinyatakan hilang pada 12

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
PEMBUNUHAN BERANTAI : Suasana sesaat setelah selesai proses pembongkaran TKP penguburan jenazah dua orang wanita di Pasar Usang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (19/6/2025). Dua orang wanita tersebut diduga menjadi korban pembunuhan oleh pelaku mutilasi di Padang Pariaman. 

Randa juga mengungkapkan, saat penggeledahan, Satria Johanda sempat menunjukkan lokasi dapur dan sumur tua di rumah tersebut tempat jasad Siska belakangan diketahui dikuburkan.

“Dia sempat bilang, ‘Itu dapur, dan itu ada sumur tua.’ Tapi kami tidak memeriksanya lebih jauh karena ibunya terus menangis. Kami khawatir warga merasa tidak nyaman, karena saat itu ibunya juga sedang beristirahat,” tutup Randa.

Ibunda Siska Meninggal
 
Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga korban pembunuhan berantai di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Nila Yunista (50), ibu dari almarhumah Siska Oktavia, mengembuskan napas terakhirnya setelah mendapat kabar memilukan bahwa sang putri ditemukan tewas.

Tangis pecah dari sang anak bungsu, Muhamad Tri Ibnu Rusdi (16), yang menyaksikan sendiri ibunya pingsan lalu meninggal dunia tak lama kemudian.

Siska Oktavia sebelumnya dilaporkan hilang sejak 12 Januari 2024. Selama lebih dari satu tahun, Nila tak pernah berhenti berharap putrinya pulang dalam keadaan selamat.

Harapan itu pupus pada Kamis (19/6/2025), ketika jasad Siska ditemukan diduga menjadi korban pembunuhan oleh SJ, pria yang justru dikenal dekat dengan keluarga mereka.

“Pagi itu sekitar pukul enam, Ibu dapat pesan WhatsApp dari seseorang. Kami langsung ke lokasi,” ujar Ibnu saat ditemui di rumah duka.

Namun sebelum tiba di tempat penemuan jasad, Nila mendadak jatuh pingsan di simpang rumah SJ yang telah dipadati warga. Ia bersandar di bahu Ibnu, dan tak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian, ia dinyatakan meninggal dunia.

SJ Sering Kunjungi Rumah, Dianggap Seperti Anak Sendiri

Yang menambah luka, SJ bukanlah orang asing bagi keluarga Nila. Ia dikenal akrab dan kerap datang ke rumah, terutama saat Lebaran. Nila bahkan menganggap SJ seperti anak kandung sendiri.

“SJ itu dekat banget sama Ibu. Pernah kasih THR, sering nanya kabar kakak. Nggak nyangka dia pelakunya,” kata Ibnu, menahan tangis.

Selama masa pencarian, SJ kerap menemani Nila mencari keberadaan Siska. Bahkan beberapa hari sebelum jasad ditemukan, SJ masih berkomunikasi dengan Nila melalui pesan singkat.

Baca juga: Terungkap! Tiga Nyawa Melayang dalam Aksi Pembunuhan Berantai SJ dalam Kurun Waktu 1,5 Tahun

Kehilangan Beruntun

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved