BERITA POPULER HARI INI

Daftar 7 Berita Populer Hari Ini, Cerita Mahasiswa Asal Kepri yang Kuliah di Iran

Daftar 7 Berita Populer Pilihan Tribun Batam Hari Ini, Cerita Mahasiswa Asal Kepri yang kuliah di Iran dipulang sementara karena konflik Iran-Israel

Editor: Mairi Nandarson
kolase tribunbatam.id
BERITA POPULER - Berita Populer Pilihan Tribun Batam Hari Ini, Senin, 30 Juni 2025 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang mahasiswa Indonesia asal Tanjungpinang, Kepri di Iran, dipulangkan karena konflik antara Iran dengan Israel.

Mahasiswa bernama Muhammad Taqi Askari itu dipulangkan sementara waktu yang difasilitasi oleh pemerintah.

Muhammad Taqi Askari menceritakan alasannya memilih kuliah di Shahid Behesthi University di Iran.

Di Lingga, angin puting beliung terjadi di RT 002/RW 003 Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (28/6/2025) siang merusak sejumlah rumah termasuk rumah seorang lansia.

Sedikitnya, tujuh rumah mengalami kerusakan akibat terjangan putaran angin dahsyat tersebut. Dua di antaranya rusak parah.

Dua informasi itu adalah di antara berita populer pilihan Tribun Batam hari ini yang mungkin terlewatkan bagi Anda untuk membacanya, berikut informasinya:

Mahasiswa Asal Tanjungpinang Muhammad Taqi Dipulangkan Imbas Konflik Iran dan Israel

PULANG KE TANAH AIR - Foto bersama Muhammad Taqi Askari, mahasiswa asal Tanjungpinang saat tiba di Indonesia dari Iran. Askari difasilitasi pemerintah pulang ke Tanah Air karena konflik yang sedang terjadi antara Iran dan Israel
PULANG KE TANAH AIR - Foto bersama Muhammad Taqi Askari, mahasiswa asal Tanjungpinang saat tiba di Indonesia dari Iran. Askari difasilitasi pemerintah pulang ke Tanah Air karena konflik yang sedang terjadi antara Iran dan Israel(Humas penghubung Pemprov Kepri di Jakarta)

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Konflik Israel dan Iran yang sedang terjadi saat ini, juga berdampak ke Muhammad Taqi Askari.

Warga Tanjungpinang, Kepri yang berkuliah di Iran itu, difasilitasi pemerintah pulang ke Tanah Air Indonesia untuk sementara waktu.

Askari pun mengaku senang bisa pulang ke Indonesia.

Pria yang menempuh pendidikan di Shahid Behesthi University itu mengaku, alasan memilih kuliah di Iran, lantaran ingin melanjutkan pendidikan di bidang Kimia dan Nuklir. 

Baca juga: Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata, Israel Punya Alasan Luncurkan Rudal

"Saya ingin mencari pengalaman belajar di luar negeri. Karena menurut saya, di Iran lebih bagus dalam kimia dan nuklirnya," kata Askari melalui Kaban Penghubung Kepri. 

Ia menambahkan, kondisi di Iran khususnya di Tehran tempatnya berkuliah terbilang kondusif. 

Baca Selengkapnya

Berharap Untung, Aslina Sinaga Malah Tertipu Rp 12 Miliar, Modus Jual Beli Kopi ke China

PENIPUAN: Olsen Lumbantobing (Batik Biru) bersama timnya diwawancarai usai membuat aduan masyarakat dugaan penipuan jual beli kopi senilai Rp 12 Miliar, menimpa seorang istri pendeta bernama Aslinar Sinaga, Sabtu (28/6/2025). Korban berharap Polisi segera menindaklanjuti laporan mereka. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO )
PENIPUAN: Olsen Lumbantobing (Batik Biru) bersama timnya diwawancarai usai membuat aduan masyarakat dugaan penipuan jual beli kopi senilai Rp 12 Miliar, menimpa seorang istri pendeta bernama Aslinar Sinaga, Sabtu (28/6/2025). Korban berharap Polisi segera menindaklanjuti laporan mereka. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO )(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

TRIBUNBATAM.id - Istri pendeta bernama Aslinar boru Sinaga (43) tertipu hingga Rp 12 miliar.

Aslina  yang tinggal di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara diduga menjadi korban penipuan jual beli biji kopi.

Karena merasa tertipu dan merugi belasan Miliar, Aslinar mencari keadilan di Polda Sumut melalui kuasa hukumnya Olsen Lumbantobing.

Kopi jenis Arabica Lintong yang sudah dikirim tak dibayar.

Melalui kuasanya, Olsen membuat aduan masyarakat (Dumas) yang melaporkan SA dan istrinya yang seorang dokter berinisial dr EV.

Baca Selengkapnya

'Tiba-tiba Atap Ambruk', Rumah Lansia Rusak Disapu Angin Puting Beliung di Lingga

RUMAH RUSAK - Rumah pria lansia, A Rani Atan (84) rusak disapu angin puting beliung di Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (28/6/2025).
RUMAH RUSAK - Rumah pria lansia, A Rani Atan (84) rusak disapu angin puting beliung di Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (28/6/2025).(Tribunbatam.id/istimewa)

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Peristiwa angin puting beliung terjadi di RT 002/RW 003 Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (28/6/2025) siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di Jalan Hang Lekir tersebut, membuat panik warga sekitar.

Sedikitnya, tujuh rumah mengalami kerusakan akibat terjangan putaran angin dahsyat tersebut. Dua di antaranya rusak parah.

Salah satunya rumah yang ditinggali pria lanjut usia (lansia), A Rani Atan (84), yang saat itu sedang sendiri di rumah.

Baca juga: Kesaksian Anuar Lihat Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga di Lingga: Betul-betul Dahsyat


Baca Selengkapnya

Sosok Rayhan Dulasmi Piliang Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut, Ayahnya Juga Ditangkap

 

OTT KPK DI SUMUT - Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara (Sumut) Topan Obaja Putra Ginting (kanan) bersama Kepala UPTD Gn. Tua Dinas PUPR Sumut (tengah) dan Direktur PT RN Rayhan Dulasmi Pilang (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (28/6/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut Topan Obaja Putra Ginting atau Topan Ginting bersama empat orang lainnya usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR dan proyek-proyek di Satker PJN Wilayah 1 Sumut.
OTT KPK DI SUMUT - Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara (Sumut) Topan Obaja Putra Ginting (kanan) bersama Kepala UPTD Gn. Tua Dinas PUPR Sumut (tengah) dan Direktur PT RN Rayhan Dulasmi Pilang (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (28/6/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut Topan Obaja Putra Ginting atau Topan Ginting bersama empat orang lainnya usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR dan proyek-proyek di Satker PJN Wilayah 1 Sumut.(TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

TRIBUNBATAM.id - Berikut ini adalah sosok Direktur PT RN bernama M. Rayhan Dulasmi Piliang yang menjadi tersangka kasus korupsi pembangunan jalan di Sumatera Utara (Sumut).

Rayhan menjadi satu di antara lima tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Utara (Sumut), pada Kamis (26/6/2026).

Ayah Rayhan, M. Akhirun Efendi Siregar (KIR), selaku Direktur Utama PT DNG juga menjadi tersangka kasus tersebut.

KPK juga mengamankan uang tunai senilai Rp231 juta yang diduga merupakan sebagian atau sisa komitmen fee dari proyek-proyek tersebut.

Banyak yang bertanya-tanya siapakah sosok Rayhan, berikut Tribunnews.com rangkum rekam jejak Direktur PT RN tersebut.

Baca Selengkapnya

Razia Perut Lapar di Tanjungpinang Jalan Lagi, Saat Tugas Polisi Tak Cuma Menegakkan Hukum

RAZIA PERUT LAPAR - Bripka Zulhamsyah Putra saat gelar kembali aksi sosial Razia Perut Lapar (RPL) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, belum lama ini
RAZIA PERUT LAPAR - Bripka Zulhamsyah Putra saat gelar kembali aksi sosial Razia Perut Lapar (RPL) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, belum lama ini(Istimewa)

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Ketika tugas Kepolisian tak hanya tentang menegakkan hukum, tetapi juga merawat kemanusiaan, di sanalah kita menemukan sosok Bripka Zulhamsyah Putra. 

Anggota Polresta Tanjungpinang yang satu ini tak sekadar mengenakan seragam cokelat kebanggaan. 

Ia menjelma menjadi pelayan masyarakat sejati, mengubah empati menjadi aksi nyata melalui program sosial Razia Perut Lapar (RPL).

Selama 4 tahun 4 bulan, tanpa kenal lelah, Bripka Zulhamsyah Putra menerjang ombak dan berjalan menyusuri pelosok-pelosok kampung di Tanjungpinang. 

Baca juga: Kisah Bripka Zulhamsyah, Dibesarkan di Kaki Lima, Kini Tebar Kebaikan Lewat Razia Perut Lapar

Baca Selengkapnya

Air Mata Palsu Azis Terbongkar, Pura-pura Tangisi Kematian Ibu Padahal Dia yang Membunuh

TERSANGKA - Tersangka pembunuhan ibu kandung sendiri saat Polres Lamandau menggelar konferensi pers, Rabu (25/6/2025).
TERSANGKA - Tersangka pembunuhan ibu kandung sendiri saat Polres Lamandau menggelar konferensi pers, Rabu (25/6/2025).(POLRES LAMANDAU UNTUK TRIBUN KALTENG)

TRIBUNBATAM.id - Samsuden alias Azis (30) menangis ketika membawa jenazah ibu kandungnya ke Puskesmas.

Rupanya air mata Azis palsu. Justru belakangan diketahui Azis lah yang tega membunuh Ratna.

Pria asal Lamandau, Kalimantan Tengah itu tega membunuh sang ibu gara-gara cemburu.

Menurut Azis, ia cemburu dengan adiknya.

Azis bahkan berpura-pura menangis saat membawa jasad ibu kandungnya ke puskesmas.

Baca Selengkapnya

Ironi SD Negeri di Lingga Ini Tak Punya Toilet, Siswa Harus Pulang ke Rumah Demi Buang Air

TAK ADA TOILET - Ilustrasi toilet. Sekolah Dasar Negeri 005 Kelurahan Berlian, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tak memiliki toilet atau jamban. Sudah 9 tahun sekolah berdiri, namun hingga kini tak punya toilet
TAK ADA TOILET - Ilustrasi toilet. Sekolah Dasar Negeri 005 Kelurahan Berlian, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tak memiliki toilet atau jamban. Sudah 9 tahun sekolah berdiri, namun hingga kini tak punya toilet(Shutterstock via Kompas.com)

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Ironi, Sekolah Dasar Negeri 005 Kelurahan Berlian, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tak memiliki toilet atau jamban.

Sudah lebih kurang 9 tahun sekolah negeri di Lingga itu berdiri sejak 2016 lalu, namun tak juga memiliki toilet. 

Fasilitas tersebut hingga kini menjadi kebutuhan bagi pelajar maupun tenaga pendidik di wilayah itu.

Karena tak ada jamban, warga sekolah pun terpaksa pulang ke rumah untuk buang air, meski saat di jam belajar.

Kepala SDN 005 Berlian, Agustina, mengatakan ketiadaan fasilitas ini sudah berlangsung cukup lama, meski telah mengajukan permohonan bantuan ke dinas terkait.

Baca juga: Warga Keluhkan Fasilitas Toilet Taman Hijau RSUD M Sani Karimun Tak Layak Pakai


Baca Selengkapnya

[ tribunbatam.id ]

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved