Kamis, 28 Mei 2026

BATAM TERKINI

Mediasi Selama Satu Jam di Mapolresta Barelang , Driver Ojol dan Pengamen Sepakat Damai

Usai menjalani mediasi selama kurang lebih satu jam di Mapolresta Barelang, kedua belah pihak driver online dan pengamen akhirnya sepakat damai

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
Ketua Satgas Komando Batam, Arif (kanan), Wakil Ketua Satgas Komando Batam, Oka (tengah), dan Marwan (kiri depan) ditemui usai Mediasi di Mapolresta Barelang, Kamis (10/7/2025) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Ucik Suwaibah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Usai menjalani mediasi selama kurang lebih satu jam di Mapolresta Barelang, kedua belah pihak driver online dan kelompok pengamen akhirnya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai.

Mereka keluar dari ruang Satreskrim dan tampak saling berjabat tangan di halaman Mapolresta Barelang, pada Kamis (10/7/2025) dini hari. 

Usai berjabat tangan dan pamitan, rombongan pengamen kemudian pamit terlebih dahulu untuk pulang.

Salah satu driver online yang menjadi korban pelemparan batu, Marwan, mengatakan bahwa keputusan damai diambil atas kesepakatan bersama. 

Salah satu driver online yang menjadi korban pelemparan batu, Marwan saat ditemui usai mediasi di Mapolresta Barelang, Kamis (10/7/2025)
KORBAN - Salah satu driver online yang menjadi korban pelemparan batu, Marwan saat ditemui usai mediasi di Mapolresta Barelang, Kamis (10/7/2025) (Ucik Suwaibah/Tribun Batam)

Ia akan menjalani pengobatan secara mandiri dengan bantuan dari komunitas Komando (Komunitas Andalan Driver Online) Batam.

"Dari hasil mediasi didalam tadi, dari kedua belah pihak sudah damai."

"Lalu kalau di kemudian hari orang yang terlibat ini mengulangi tidak ada ampun lagi, dan langsung di proses langsung," ujar Marwan kepada Tribun Batam.

Dalam isi kesepakatannya juga menegaskan bahwa para pengamen dilarang kembali mengamen dalam kondisi mabuk. 

"Dan tidak boleh lagi ngamen dalam kondisi mabuk-mabuk gitu tidak ada konsekuensi lagi, dan tadi dijelaskan mabuk di tempat umum ada pasalnya itu," katanya.

Ia menuturkan bahwa keributan malam itu terjadi setelah salah satu rekannya dari Komando diserang, hingga fitur SOS diaktifkan untuk memanggil bantuan.

"Salah satu kawan kami dikeroyok, makanya SOS dinyalakan dan kami langsung ke lokasi. Dari pihak kami yang sepakat tadi ada empat orang, sementara dari pihak pengamen ada lima orang," sebutnya.

Kesepakatan damai yang diambil ini karena kedua belah pihak ada yang menjadi pelaku dan korban.

"Nanti pengobatan sendiri dibantu Komando. Karena juga dari kedua belah pihak itu ada korban ada tersangka. Dari pengamen ada korban dan driver ada korban juga," tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Satgas Komando Batam, Oka, mengatakan tidak ada kompensasi dari pihak pengamen untuk driver ojol yang terluka. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved