BATAM TERKINI
Mediasi Selama Satu Jam di Mapolresta Barelang , Driver Ojol dan Pengamen Sepakat Damai
Usai menjalani mediasi selama kurang lebih satu jam di Mapolresta Barelang, kedua belah pihak driver online dan pengamen akhirnya sepakat damai
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
"Untuk malam ini, sesuai arahan ketua umum kita, kita akan memaafkan pihak-pihak yang terlibat tanpa menerima kompensasi. Jadi nanti perawatan kawan-kawan kita, semua kita tanggung dari Komando," kata Oka kepada Tribun Batam Kamis dini hari.
Ia melanjutkan, insiden tidak menyenangkan dari pengamen ini bukan kali pertama yang dialami driver online maupun masyarakat di Simpang Kepri Mall.
Namun ini sudah kesekian kali terjadi saat tak diberikan uang oleh pengendara ketika meminta di traffic light tersebut.
Dalam hal ini, pria dengan kemeja seragam Komando bercelana cream ini menjelaskan kronologi singkat kejadian.
"Dia ngamen, nyanyi-nyanyi gitu. Cuman waktu itu ada mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh ke salah satu driver roda 4, nah driver lain datang hendak menyelesaikan permasalahan malah dipukuli kelompok pengamen," ungkapnya
Ia melanjutkan SOS dinyalakan dengan harapan untuk penyelesaian konflik, namun karena ada perlawanan keributan terjadi.
Atas insiden itu, dari pihak pengamen juga ada yang menjadi korban.
Ditanya soal alasan tindak lanjut hingga dibawa ke ranah mediasi kepolisian, Oka menuturkan sebab banyak masyarakat yang juga mengeluhkan perbuatan pengamen di Simpang Kepri Mall.
"Jadi khusus untuk di daerah Simpang Kepri, itu udah sering kali terjadi. Jadi pas malam ini terjadi sama pihak kita, mudah-mudahan ini yang terakhir," harapnya.
Pria paruhbaya ini meminta semua driver online di Batam untuk segera melapor ke pihak kepolisian ketika ada masalah seperti ini.
Atas kekisruhan yang terjadi, pihaknya juga meminta maaf akan hal itu.
Pada kesempatan ini, besar harapan dari Komando Batam kepada Pemerintah Kota Batam untuk segera memnberikan solusi terhadap aktivitas pengamen di Simpang Kepri Mall.
“Ya mungkin diberikan pendidikan ataupun pekerjaan lain. Jadi kita pun juga sesama pencari makan juga di jalan. Kita tidak anti sama kawan-kawan itu," tutunya..
Menurut Oka, permasalahan muncul ketika aktivitas mengamen disertai tindakan tidak terpuji seperti mabuk, memalak, atau memaksa.
"Jadi kami dari Komando meminta untuk dinas-dinas terkait untuk melakukan penertiban segera, dan diberikanlah pelatihan dan dipekerjakan," katanya.
( tribunbatam.id/ucik suwaibah )
| Keributan Keluarga di Kabil Berujung Pengeroyokan, Korban Luka di Kepala dan Perut |
|
|---|
| Wujud Kepedulian, Wakapolresta Barelang Gelar Bakti Sosial untuk 200 Driver Online |
|
|---|
| 2 Pelaku Curanmor di Batam Ditangkap, Polisi Temukan Lima Motor Hasil Curian di Rumahnya |
|
|---|
| Ratusan Guru Agama Kristen Belum Terima TPG, Kemenag Sebut Kendala Anggaran dan Proses Pencairan |
|
|---|
| Touring Moge Thailand ke Batam Segera Digelar, Ahmad Sahroni Resmikan Pengurus HDCI Kepri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Oka-Satgas.jpg)