Konflik Thailand vs Kamboja
5 Fakta Pertempuran Thailand Vs Kamboja, Mulai dari Akar Konflik hingga Prediksi Perang
Simak berikut ini adalah lima fakta pertempuran sengit Thailand vs Kamboja yang meletus pada Kamis (24/7/2025).
Perbatasan sepanjang 818 kilometer (508 mil) antara kedua negara telah lama menjadi sumber ketegangan karena perselisihan mengenai demarkasi yang dibuat pada tahun 1907, di masa penjajahan Prancis di Kamboja.
Daerah perbatasan kaya akan kuil bersejarah berusia berabad-abad, beberapa di antaranya diklaim oleh kedua belah pihak.
Candi-candi ini, yang dianggap suci, menjadi simbol identitas nasional dan kebanggaan budaya bagi kedua negara.
Setiap klaim atas situs candi bersejarah dipandang bukan hanya sebagai soal kedaulatan, tetapi juga sebagai bentuk penjagaan atas warisan keturunan.
Konflik ini diperparah oleh perbedaan persepsi mengenai batas-batas negara, terutama di sekitar Candi Preah Vihear dan Candi Ta Moan Thom.
Meskipun pembentukan zona demiliterisasi telah dibahas di masa lalu, belum ada zona formal yang berlaku.
Pertempuran serupa pernah terjadi sebelumnya, seperti pada tahun 2011 di dekat kuil Preah Vihear, Situs Warisan Dunia UNESCO, yang menewaskan 15-20 orang dan menyebabkan ribuan orang mengungsi.
Mahkamah Internasional (ICJ) pada tahun 2013 memenangkan Kamboja dan menyerahkan kendali atas wilayah di sekitar kuil tersebut, namun putusan ini tidak mencakup wilayah sengketa lain, yang terus memicu ketegangan.
Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa isu sengketa wilayah seringkali digunakan sebagai alat politik domestik, terutama ketika pemerintah di kedua negara mengalami perubahan atau ketidakstabilan.
Hal ini dapat mengalihkan perhatian publik dari masalah internal dan memperkuat posisi agresif dalam memperkuat kontrol atas wilayah yang disengketakan.
3. Kronologi Eskalasi Tahun Ini
Ketegangan telah meningkat secara signifikan sejak awal tahun 2025, dengan beberapa insiden penting:
- 13 Februari: Tentara Kamboja mengawal 25 warga sipil yang menyanyikan lagu kebangsaan Kamboja di Kuil Prasat Ta Moan Thon.
Pejabat militer Thailand melarang aksi tersebut, dengan alasan melanggar kesepakatan bersama tentang protokol pariwisata. - 17 Februari: Militer Thailand mengirimkan surat peringatan kepada militer Kamboja, menuduh mereka melakukan "perilaku tidak pantas" dan menegaskan bahwa kuil tersebut secara resmi berada di wilayah Thailand.
28 Mei: Kedua belah pihak bentrok di wilayah perbatasan yang disengketakan di Segitiga Zamrud, sebuah wilayah di perbatasan tiga negara yang menghubungkan Kamboja, Thailand, dan Laos, menewaskan seorang tentara Kamboja.
Masing-masing pihak saling menyalahkan atas dimulainya kekerasan tersebut. - 12 Juni: Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengumumkan bahwa Kamboja akan menghentikan ketergantungan pada listrik dan infrastruktur internet Thailand karena "ancaman."
Stasiun-stasiun TV Kamboja berhenti menayangkan film-film Thailand, dan Kamboja juga memblokir impor bahan bakar, gas, buah, dan sayur dari Thailand, mengindikasikan dampak ekonomi dari ketegangan politik. - 14 Juni: Para pejabat kedua negara bertemu di Phnom Penh, Kamboja, untuk berunding, namun tidak ada kesepakatan konkret untuk perdamaian yang tercapai.
Sebaliknya, kedua negara justru meningkatkan keamanan perbatasan dan memperketat pemeriksaan di titik-titik penyeberangan. - 15 Juni: Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra (38 tahun, PM termuda) melakukan panggilan telepon dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen (ayah dari PM Hun Manet) untuk membahas ketegangan yang terjadi.
- 26 Juni: Thailand memerintahkan operator untuk berhenti menyediakan koneksi internet pita lebar dan seluler ke Kamboja.
- 1 Juli: Shinawatra diskors setelah percakapan teleponnya dengan Hun Sen bocor ke publik.
Dalam percakapan tersebut, Shinawatra tampak mengkritik tindakan militer Thailand, yang menandakan perselisihan antara pemerintah dan tentara.
Para pengunjuk rasa pro-militer sejak saat itu menuntut pengunduran dirinya, menambah dimensi politik domestik dalam konflik ini. - 16 Juli: Seorang tentara Thailand kehilangan satu kaki akibat ledakan ranjau darat saat berpatroli di daerah Chong Bok, distrik Nam Zuen, Ubon Ratchathani, Thailand, yang meningkatkan ketegangan.
The Nation (media Thailand) menyoroti insiden ini sebagai bukti "provokasi" Kamboja. - 23 Juli: Ledakan kedua melukai lima tentara Thailand di dekat pos Chong An Ma, Provinsi Ubon Ratchathani, menyebabkan seorang tentara kedua kehilangan kakinya.
Thailand segera menarik duta besarnya untuk Kamboja dan menutup pos pemeriksaan perbatasan di Chong An Ma, Chong Sa-ngam, Chong Chom, dan Chong Sai Takoo. Kuil Ta Moan Thom dan Ta Kwai juga ditutup. - 24 Juli: Kekerasan meluas antara kedua belah pihak, yang melibatkan senjata berat dan serangan udara.
Kamboja juga menarik staf diplomatiknya di Thailand.
4. Reaksi Regional dan Internasional
Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (24/7/2025) perselisihan tersebut “rumit” dan harus diselesaikan sesuai dengan hukum internasional.
Sementara itu, Perdana Menteri Shinawatra yang diskors mengutuk Kamboja dalam jumpa pers, karena melepaskan tembakan dan menuduh negara tersebut membiarkan situasi meningkat melampaui tingkat diplomatik.
| Warga Kepri Ini Khawatir Keselamatan Saudaranya di Tengah Situasi Thailand Vs Kamboja |
|
|---|
| Kamboja Hilang Kesabaran, Tak Punya Pilihan Selain Serang Balik Thailand |
|
|---|
| Kamboja Bersumpah Balas Serangan Thailand, 16 Orang Tewas 120 Ribu Warga Mengungsi |
|
|---|
| Pertempuran Thailand Vs Kamboja Paling Mematikan dalam 1 Dekade Terakhir, 14 Orang Tewas |
|
|---|
| Konflik dengan Kamboja Semakin Panas, Kedutaan Thailand Minta Warganya Tinggalkan Pnom Penh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perbatasan-darat-antara-Thailand-dan-Kamboja-pada-malam-hari.jpg)