Breaking News
Senin, 27 April 2026

Konflik Thailand vs Kamboja

Kamboja Hilang Kesabaran, Tak Punya Pilihan Selain Serang Balik Thailand

Pemerintah Kamboja sudah hilang kesabaran hingga tak bisa mencari pilihan selain menyerang balik Thailand.

Editor: Khistian Tauqid
Tangkapan layar YouTube NDTV
PERBATASAN THAILAND KAMBOJA - Tangkapan layar YouTube NDTV pada Jumat (25/7/2025) yang menampilkan perbatasan darat antara Thailand dan Kamboja pada malam hari.Bentrokan sengit di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Kamis, 24 Juli 2025 telah menewaskan 14 orang. Pemerintah Kamboja sudah hilang kesabaran hingga tak bisa mencari pilihan selain menyerang balik Thailand. 

Upaya dilakukan pascamiliter Kamboja menembakan senjata berat termasuk artileri lapangan dan sistem peluncur roket BM‑21 Grad untuk membalas serangan jet tempur F‑16 Thailand.

Baca juga: Kamboja Bersumpah Balas Serangan Thailand, 16 Orang Tewas 120 Ribu Warga Mengungsi

KONFLIK THAILAND-KAMBOJA - Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di sebuah toko swalayan di kompleks SPBU PTT di Ban Phue, Tambon Nong Ya Lat, Distrik Kantharalak, Si Sa Ket, Thailand, setelah serangan Kamboja di tempat tersebut pada hari Kamis (24/7/2025).
KONFLIK THAILAND-KAMBOJA - Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di sebuah toko swalayan di kompleks SPBU PTT di Ban Phue, Tambon Nong Ya Lat, Distrik Kantharalak, Si Sa Ket, Thailand, setelah serangan Kamboja di tempat tersebut pada hari Kamis (24/7/2025). (Royal Thai Army)

Perbandingan Militer Kamboja VS Thailand

Menurut data lembaga riset pertahanan dan keamanan  dunia, Institut Internasional Studi Strategis (IISS), Thailand dan Kamboja memiliki tingkat kekuatan militer berbeda, di mana Thailand lebih unggul.

Kamboja memiliki skor Indeks Kekuatan (PwrIndx) sebesar 2,0752, peringkat ke-95 dari 145 negara.

Sementara Thailand menunjukkan posisi yang lebih kuat dengan PwrIndx sebesar 0,4536, peringkat ke-25 secara global, di mana 0,0000 mewakili kekuatan optimal.

Dari segi personel, Kamboja memiliki 221.000 personel aktif, sedangkan Thailand memiliki 360.850 personel dengan 200.000 personel cadangan.

Kamboja sendiri diketahui hanya memiliki 10.000 pasukan paramiliter dan  tidak pernah melaporkan adanya personel cadangan.

Dari segi kekuatan, belanja anggaran pertahanan yang dialokasikan oleh Kamboja mencapai 860 juta dolar AS (sekitar Rp14 triliun).

Sementara, Thailand mengalokasikan dana yang jauh lebih besar, yaitu sebesar 5,89 miliar dollar AS (sekitar Rp95 triliun).

Dilihat dari sisi pertahanan udara, Thailand diakui memiliki salah satu angkatan udara paling tangguh dan terlatih di Asia Tenggara, dengan perkiraan 46.000 awak pesawat dan personel pendukung.

Armadanya mencakup 112 pesawat siap tempur, yang ditonjolkan oleh 28 jet tempur F-16 dan 11 pesawat tempur Gripen Swedia, dilengkapi banyak helikopter.

Berbanding terbalik dengan rivalnya. angkatan Udara Kamboja justru hanya  memiliki 1.500 personel dan inventaris pesawat terbatas yang mencakup 10 pesawat angkut dan 10 helikopter angkut.

Negara ini tidak mengoperasikan jet tempur, tetapi memiliki 16 helikopter multi-peran, seperti enam Mi-17 era Soviet dan 10 Z-9 China.

Beralih kekuatan darat, Angkatan Darat Kamboja juga jauh tertinggal dari segi persenjataan.

Kamboja memiliki 644 tank, 3.627 unit kendaraan lapis baja, serta 30 unit artileri swagerak, 430 artileri tarik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved