Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Thailand vs Kamboja

Kamboja Hilang Kesabaran, Tak Punya Pilihan Selain Serang Balik Thailand

Pemerintah Kamboja sudah hilang kesabaran hingga tak bisa mencari pilihan selain menyerang balik Thailand.

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
Tangkapan layar YouTube NDTV
PERBATASAN THAILAND KAMBOJA - Tangkapan layar YouTube NDTV pada Jumat (25/7/2025) yang menampilkan perbatasan darat antara Thailand dan Kamboja pada malam hari.Bentrokan sengit di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Kamis, 24 Juli 2025 telah menewaskan 14 orang. Pemerintah Kamboja sudah hilang kesabaran hingga tak bisa mencari pilihan selain menyerang balik Thailand. 

Untuk proyektor roket bergerak, Kamboja berada di peringkat ke-10 dunia dengan 463 unit.

Sementara itu, Thailand memiliki 635 unit tank dan 16.935 unit kendaraan lapis baja. Thailand juga mengoperasikan 589 unit artileri tarik dan 50 unit artileri swagerak.

Pada kekuatan Angkatan Laut, Angkatan Laut Thailand memiliki hampir 70.000 personel, termasuk unit penerbangan angkatan laut, marinir, pasukan pertahanan pesisir, dan pelaut wajib militer. 

Armadanya mencakup satu kapal induk, tujuh fregat, dan 68 kapal patroli dan tempur pesisir. Angkatan Laut Thailand juga mengoperasikan kapal amfibi dan pendarat yang mampu mengerahkan beberapa ratus pasukan secara bersamaan, beserta 14 kapal pendarat yang lebih kecil. Thailand juga memiliki 5 kapal penyapu ranjau didukung oleh helikopter dan UAV,

Sebaliknya, angkatan laut Kamboja jauh lebih kecil, dengan perkiraan 2.800 personel, termasuk pasukan infanteri angkatan laut yang berjumlah sekitar 1.500 personel.

Armadanya hanya terdiri dari 20 kapal patroli dan tempur pesisir serta satu kapal pendarat amfibi.

(TribunBatam.id)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Kamboja Tutup Kuping, Tegaskan Tak Ada Pilihan Selain Balas Serangan Thailand"

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved